Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta seluruh pihak agar tetap menjaga privasi dan identitas korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan seorang kiai di Pati, Jawa Tengah.  

Menurut pimpinan Komisi IX yang akrab disapa Ninik itu, langkah menjaga privasi dan identitas korban bernilai penting untuk dilakukan demi melindungi keselamatan serta pemulihan psikologis mereka.

“Kami siap turun mendampingi para korban. Tetapi, semua pihak harus menjaga privasi korban, tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat memperparah trauma mereka,” kata dia di Jakarta, Jumat.

Dengan menjaga privasi dan identitas korban, ujar dia melanjutkan, mereka pun akan terlindungi dari trauma kedua.

"Jangan sampai korban mengalami trauma kedua akibat pemberitaan, perundungan atau komentar yang menyudutkan. Korban kekerasan harus dilindungi martabat dan masa depannya," ujar dia.

Berikutnya, Ninik menyoroti persoalan perlindungan terhadap para korban. Ia menilai bahwa pendampingan bagi para korban sangat mendesak dilakukan karena kondisi psikologis korban dipastikan terguncang akibat peristiwa tersebut.

Negara, kata dia melanjutkan, harus hadir memastikan korban mendapatkan layanan hukum, psikologis, dan sosial secara menyeluruh.

“Pendampingan terhadap korban sangat penting karena psikis mereka pasti terguncang. Jangan sampai korban merasa sendirian menghadapi trauma dan tekanan sosial akibat kasus ini,” ucapnya.

Menurut Ninik, santriwati yang menjadi korban kekerasan seksual mengalami dampak panjang tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan sosial. Oleh karena itu, ia menilai penanganan terhadap korban tidak boleh hanya fokus pada hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan pemulihan korban berjalan maksimal.

"UU TPKS telah mengatur dengan jelas soal hak korban atas penanganan, perlindungan, dan pemulihan. Implementasinya harus bener-bener dijalankan di lapangan agar korban merasa aman untuk melapor dan mendapatkan keadilan," ujar dia.

 



Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026