Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah melalui program Gema Membangun Desa sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan layanan bagi masyarakat di daerah terpencil.

"Program ini kita laksanakan dalam mengakselerasi pembangunan daerah yang dimulai dari kawasan pedesaan. Melalui program strategis bertajuk Gema Membangun Desa, kegiatan ini bukan sekedar agenda seremonial tahunan, melainkan manifestasi konkret dari visi besar saya selaku Gubernur Kalimantan Barat bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan 2025-2030," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak, Minggu.

Dia menegaskan, program ini adalah instrumen utama untuk memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi menyentuh urat nadi perekonomian di desa.

"Program Gema Membangun Desa ini adalah prioritas utama saya bersama Bapak Wakil Gubernur Krisantus. Kami ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara masif langsung dari sumbernya, yaitu desa. Kami tidak ingin masyarakat desa merasa jauh dari pelayanan pemerintah. Inilah saatnya kita melakukan akselerasi pembangunan yang inklusif," tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur Ria Norsan berharap agar desa-desa di Kalimantan Barat mulai bertransformasi menjadi entitas yang mandiri. Melalui kolaborasi warga dan penguatan *Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini dioptimalkan melalui Kopdeskel, desa didorong untuk menciptakan pendapatan asli desa (PADes) sendiri sehingga tidak hanya bergantung pada kucuran dana desa (DD) dari pemerintah pusat.

Langkah "jemput bola" ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Mempawah. Bupati Mempawah, Erlina, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, menyatakan bahwa kehadiran provinsi di tingkat desa adalah harapan yang menjadi nyata.

"Inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk jemput bola. Alhamdulillah, banyak sekali antusias masyarakat hadir pada kegiatan ini. Masyarakat sangat butuh perhatian dari pemerintah provinsi untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat di desa," ujar Bupati Erlina.

Dalam pelaksanaan program Gema Membangun Desa di Desa Sambora, Pemprov Kalbar diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Hironimus Hero menekankan bahwa inovasi program ini dirancang secara strategis guna memangkas jarak birokrasi dan menghadirkan solusi instan kebutuhan masyarakat.

Pemprov Kalbar mengerahkan belasan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan. Sebanyak **19 jenis pelayanan terpadu** diberikan secara gratis maupun bersubsidi, di antaranya program ketahanan pangan, operasi pasar, bazar telur dan gelar pangan murah guna menekan laju inflasi.

Kemudian di bidang Kesehatan dan Kesejahteraan dilakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta pelayanan kesehatan komprehensif yang mencakup skrining fisik dan kejiwaan.

"Selain itu di bidang administrasi dan ekonomi, Pemprov Kalbar memberikan pelayanan pendaftaran nomor induk berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM, fasilitasi pencari kerja, hingga pencetakan KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran," kata Hero.

Pemerintah provinsi menyadari sepenuhnya bahwa desa adalah pusat ekonomi riil. Hironimus Hero, saat menyampaikan pesan Gubernur, mengingatkan bahwa hampir seluruh potensi kekayaan alam Kalimantan Barat tersimpan di pedesaan.

"Pertanian di situ, kemudian pertambangan di situ, perikanan di situ, kemudian pariwisata di situ. Semua potensi ekonomi ada di desa," jelas Hironimus.

Sementara itu, Kepala Desa Sambora, Fransiskus, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Desa Sambora sebagai pusat kegiatan. Program ini menjadi suntikan moral bagi warga untuk terus berbenah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Desa Sambora sendiri memiliki potensi wisata yang menjanjikan, yakni olahraga paralayang. Potensi ini bahkan sempat menarik perhatian Gubernur Ria Norsan beserta jajarannya yang melakukan kunjungan kerja ke desa tersebut beberapa waktu lalu. Pemerintah desa bahkan telah lebih dulu memulai pembangunan kawasan tersebut sebelum penetapan program provinsi.

Kalau kegiatan di tingkat kabupaten memang sudah sering dilaksanakan. Tetapi di tingkat provinsi, ini baru pertama kali di Desa Sambora. Tentu masyarakat sangat berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi desa.

Sejak awal sebelum ada agenda Gema Membangun Desa ini, kami sudah memiliki kegiatan pengembangan destinasi wisata paralayang. Mungkin langkah itu yang membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mau berkolaborasi dengan pemerintah Desa Sambora,” ungkapnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan "Gema Membangun Desa", Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimis bahwa sinergi antara pemprov, pemkab, dan pemerintah desa akan menjadi katalisator bagi Kalbar yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026