Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Barat pada Februari 2026 mencapai 4,57 persen atau meningkat 0,34 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,23 persen.

"Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 3,04 juta orang atau bertambah 131,64 ribu orang dibandingkan Februari 2025," kata Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin dalam Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Barat di Pontianak, Senin.

Dia mengatakan peningkatan TPT tersebut terjadi seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja di Kalbar. Meski angka pengangguran meningkat, jumlah penduduk bekerja di Kalbar juga mengalami kenaikan. 

"BPS mencatat jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 2,91 juta orang atau bertambah 115,84 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.

Menurut Saichudin, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di Kalbar. Jumlah pekerja di sektor tersebut mencapai 1,33 juta orang atau sekitar 45,70 persen dari total penduduk bekerja.

Selain pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap sekitar 12,45 persen tenaga kerja, sedangkan sektor industri menyumbang 6,68 persen.

BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalbar pada Februari 2026 mencapai 69,65 persen atau naik 2,01 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Saichudin menjelaskan TPAK laki-laki tercatat sebesar 84,60 persen, sedangkan perempuan sebesar 53,89 persen, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan partisipasi kerja berdasarkan gender.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja di Kalbar masih didominasi pekerja sektor informal. Pada Februari 2026, sebanyak 1,70 juta orang atau 58,51 persen penduduk bekerja berada di sektor informal, sedangkan pekerja formal tercatat sebesar 41,49 persen.

“Penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah, yaitu sebesar 41,65 persen,” ujar Saichudin.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di daerah perkotaan tercatat sebesar 5,86 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 3,63 persen.

Namun demikian, BPS mencatat TPT perkotaan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengangguran di wilayah perdesaan justru meningkat.

Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan TPT sebesar 5,87 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III sebesar 2,79 persen.

Selain itu, BPS mencatat proporsi pekerja paruh waktu di Kalbar meningkat menjadi 29,46 persen pada Februari 2026 atau naik 2,23 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat setengah pengangguran turun menjadi 9,07 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja Kalbar masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, terutama di tengah pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun.

 



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026