Bengkayang, Kalbar (ANTARA) - Layanan agen BRILink yang dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tidak hanya untuk transaksi tunai tetapi juga berbagai layanan pembayaran dan transfer secara non-tunai.
Pemilik Toko Pertanian Grecea di Pereges, Kecamatan Seluas, Grecea, mengatakan dirinya telah menjadi agen BRILink sejak 2020 untuk mendukung aktivitas usaha sekaligus memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat sekitar, khususnya di daerah yang jauh dari kantor perbankan.
“BRILink sangat membantu, tidak hanya untuk tarik tunai, tetapi juga untuk pembayaran, transfer, dan berbagai transaksi lainnya. Masyarakat jadi lebih mudah mengakses layanan keuangan tanpa harus ke kota,” ujarnya kepada ANTARA, Jumat.
Menurut dia, sebelum hadirnya BRILink, masyarakat di wilayah tersebut harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melakukan transaksi perbankan. Kondisi ini sering terkendala waktu, biaya, hingga faktor cuaca yang tidak menentu.
Namun setelah adanya layanan BRILink, akses terhadap layanan keuangan menjadi lebih dekat, cepat, dan efisien. Hal ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada perkembangan usaha yang dijalankannya.
“Perubahan sangat terasa. Dulu serba sulit karena jauh, sekarang semua bisa dilakukan di sini dengan cepat. Usaha juga ikut berkembang karena pelanggan semakin banyak,” katanya.
Grecea menjelaskan, usaha yang ia jalankan tidak hanya menyediakan layanan BRILink, tetapi juga menjual berbagai kebutuhan pertanian seperti pupuk, pestisida, bibit, dan perlengkapan lainnya. Kehadiran layanan keuangan di tokonya membuat tempat tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok tani dan pekerja di sekitar wilayah perbatasan.
Ia menambahkan, layanan BRILink juga melayani berbagai kalangan, mulai dari anggota kelompok tani, karyawan perusahaan dengan sistem penggajian melalui ATM, hingga masyarakat umum yang membutuhkan layanan transaksi harian.
“Yang datang bukan hanya untuk belanja, tapi juga untuk bayar, transfer, atau tarik tunai. Jadi semua kebutuhan keuangan bisa dilakukan di satu tempat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai BRILink turut mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital atau non-tunai. Kemudahan dan kecepatan layanan membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran modern yang lebih aman dan praktis.
“Sekarang orang lebih tertarik transaksi non-tunai karena cepat, mudah, dan tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar yang berisiko,” katanya.
Dari sisi usaha, kemudahan transaksi tersebut juga berdampak pada peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Proses yang cepat dan lancar membuat pelanggan lebih nyaman, sehingga berpotensi meningkatkan frekuensi transaksi dan memperluas jangkauan pasar.
Meski demikian, Grecea mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam operasional layanan BRILink di wilayah perbatasan. Kendala utama yang sering dihadapi antara lain gangguan listrik dan keterbatasan jaringan internet yang memengaruhi kelancaran transaksi.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi risiko seperti kesalahan transfer, kekeliruan input data, hingga kemungkinan tindak kejahatan siber yang perlu diantisipasi bersama.
“Kendala seperti listrik padam dan sinyal yang kurang stabil masih sering terjadi. Di sisi lain, keamanan transaksi juga perlu terus diperhatikan,” ujarnya.
Meskipun ada tantangan, ia menilai peran BRILink sangat besar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Kehadiran agen BRILink dinilai mampu menjembatani keterbatasan akses layanan perbankan sekaligus mendorong inklusi keuangan di daerah terpencil.
“Dengan BRILink, semua urusan keuangan jadi lebih mudah dan cepat. Ini sangat membantu masyarakat di perbatasan,” katanya.
Ke depan, Grecea berharap layanan BRILink dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal keamanan sistem, kestabilan jaringan, serta dukungan bagi para agen yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.
Ia juga berharap adanya peningkatan insentif dan program penghargaan bagi agen yang aktif melayani transaksi masyarakat dalam jumlah besar, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperluas layanan keuangan.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, BRILink tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga menjadi pendorong utama transformasi digital dan penguatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Salah seorang warga Seluas yang juga karyawan perusahaan sawit, Yustina, mengaku keberadaan Agen BRILink memudahkannya dalam melakukan transaksi keuangan, terutama untuk menarik gaji bulanan.
“Sangat memudahkan kami yang dari pedalaman ini,” kata Yustina usai melakukan penarikan gaji di Agen BRILink milik Toko Pertanian Grecea di Kecamatan Seluas.
Menurut dia, sebelum adanya layanan tersebut, masyarakat harus pergi ke pasar atau pusat layanan perbankan dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk melakukan transaksi keuangan.
Kini, lanjutnya, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai maupun pengiriman uang dengan lebih cepat dan praktis di wilayah tempat tinggal mereka sendiri.
“Selama ini saya biasa tarik uang dan kirim uang di sini. Jadi tidak repot ke pasar, waktunya juga lebih cepat dan pelayanannya cepat, tidak perlu antre lama,” ujarnya.
Keberadaan Agen BRILink di daerah pedalaman dinilai menjadi solusi dalam memperluas inklusi keuangan, sekaligus mendekatkan akses layanan perbankan kepada masyarakat yang berada jauh dari kantor cabang bank maupun mesin ATM.
Sementara itu, Pemimpin BRI KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo mengatakan , keberadaan agen BRILink menjadi ujung tombak BRI dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.
Selain layanan di kantor, BRI juga mengandalkan jaringan agen BRILink dan layanan jemput bola untuk memastikan pelaku usaha dan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan akses perbankan.
“Melalui BRILink, masyarakat tidak hanya dapat melakukan transaksi tunai seperti tarik dan setor, tetapi juga berbagai transaksi non-tunai seperti transfer, pembayaran tagihan, hingga layanan keuangan digital lainnya secara lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran BRILink mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa terpencil, sehingga mempercepat perputaran ekonomi lokal serta mendorong masyarakat mulai beralih ke transaksi digital.
BRILink juga menjadi solusi bagi masyarakat perbatasan karena layanan keuangan kini bisa diakses lebih dekat tanpa harus datang ke kantor bank, sekaligus mendorong kebiasaan transaksi yang lebih modern dan aman.
Ia menambahkan, BRI juga terus mendorong pemanfaatan layanan digital seperti BRImo yang dapat terhubung dengan ekosistem BRILink, sehingga memperluas pilihan transaksi non-tunai bagi masyarakat.
“Sinergi antara BRILink dan layanan digital menjadi kunci dalam mempercepat transformasi keuangan di wilayah perbatasan kabupaten Bengkayang,” katanya.
Pihaknya juga berkomitmen membantu pelaku usaha berkembang melalui penyediaan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, pendampingan usaha berkelanjutan, serta penguatan kapasitas UMKM dan digitalisasi.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026