Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal, mengatakan akses permodalan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak lagi kesulitan memperoleh modal usaha. Karena itu pemerintah hadir menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan perbankan dan lembaga keuangan,” ujarnya di Bengkayang, Rabu. 

Menurut dia, Pemkab Bengkayang telah menjalankan sejumlah program pembiayaan untuk UMKM, di antaranya Program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli, pinjaman berbunga ringan tanpa agunan, serta dukungan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama perbankan.

Ia menilai dukungan pembiayaan tersebut penting untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, dan memperkuat daya saing produk lokal, khususnya di wilayah perdesaan dan perbatasan.

Selain memperluas akses modal, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Dengan legalitas yang lengkap, UMKM akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dan memperluas pasar,” katanya.

Pemkab Bengkayang juga meluncurkan program Collaborative Partnership (CORP) untuk pengembangan UMKM yang berfokus pada peningkatan akses keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan pemasaran produk.

Selain itu, pemerintah daerah turut membuka peluang pasar bagi UMKM melalui e-katalog lokal agar produk pelaku usaha dapat masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurut Syamsul Rizal, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data pemerintah daerah, lebih dari 13 ribu UMKM di Kabupaten Bengkayang saat ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Pimpinan Bank Rakyat Indonesia KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo, mengatakan BRI terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Bengkayang melalui penyaluran KUR dan berbagai layanan perbankan hingga ke desa-desa perbatasan.

Menurut dia, kehadiran agen BRILink menjadi layanan yang paling dominan dan paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perbatasan karena mempermudah transaksi keuangan tanpa harus datang ke kantor bank.

“BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui pendampingan UMKM, digitalisasi transaksi melalui BRImo dan QRIS, serta penguatan inklusi keuangan masyarakat perbatasan,” katanya.

Ia menambahkan, BRI juga terus mendorong transformasi digital dan memperluas akses layanan perbankan melalui kombinasi layanan digital, agen BRILink, dan pendekatan jemput bola ke wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan keuangan.

“Di wilayah perbatasan seperti Jagoi Babang dan Seluas, keberadaan layanan keuangan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan usaha kecil,” ujar Vendy.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026