Bengkayang (ANTARA) - Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE di Kota Singkawang tidak hanya diisi kegiatan keagamaan, tetapi juga mendorong penguatan kepedulian lingkungan dan semangat toleransi antarumat beragama melalui rangkaian kegiatan ekoteologi dan karya bakti sosial.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan tema ekoteologi yang diangkat dalam perayaan Waisak tahun ini mengandung pesan penting tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari nilai moral dan spiritual masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga menjaga lingkungan sebagai warisan untuk generasi mendatang,” katanya saat mengikuti kegiatan ekoteologi menyambut Waisak 2570 BE di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, Senin.

Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama, jalan sehat, hingga aksi penanaman pohon di sejumlah ruas jalan di Kota Singkawang yang melibatkan masyarakat, pelajar, tokoh agama Buddha, serta unsur TNI dan Polri.

Menurut Tjhai Chui Mie, kegiatan penanaman pohon menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kota yang hijau, sehat, dan berkelanjutan di tengah perkembangan kawasan perkotaan.

Ia menilai keterlibatan masyarakat lintas usia dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di Kota Singkawang yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Wali Kota mengajak generasi muda untuk meneladani nilai pengorbanan dan gotong royong para pahlawan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Ia berharap, momentum Hari Raya Waisak di Singkawang dapat semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026