Bengkayang (ANTARA) - Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Sebastianus Darwis mendorong para guru di daerah itu untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.
“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan,” kata Bupati Sebastianus Darwis saat membuka Lokakarya Digitalisasi Pembelajaran hasil kerja sama PGRI Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkayang di Aula Rangkaya, Jumat.
Ia mengatakan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan, sehingga proses pembelajaran tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan konvensional.
Menurut dia, guru saat ini dituntut memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, serta penguasaan teknologi, sebagai bagian dari kompetensi profesional dalam mendukung pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Bupati menilai lokakarya tersebut memiliki arti strategis karena bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, termasuk penggunaan Papan Interaktif Digital (PID), pengembangan bahan ajar berbasis teknologi, hingga penguatan kompetensi pedagogik pada era digital.
Selain itu kegiatan tersebut juga mendorong penerapan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) agar teknologi dapat menjadi bagian integral dalam desain pembelajaran yang bermakna.
“Guru abad ke-21 bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga learning designer, fasilitator, inovator, bahkan digital mentor, bagi peserta didiknya,” ujar Bupati Bengkayang.
Ia meyakini pemanfaatan teknologi secara tepat dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan kontekstual, serta mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik.
Bupati Sebastianus Darwis juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam membangun transformasi pendidikan yang berkualitas, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga organisasi profesi.
Dalam hal itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bupati Bengkayang mengapresiasi PGRI Kalbar atas komitmennya dalam meningkatkan kompetensi pendidik melalui program-program yang mendukung transformasi pendidikan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan satuan pendidikan, terus diperkuat demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang dan Kalimantan Barat secara umum.
Bupati juga mengajak seluruh peserta lokakarya untuk aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, dan membuka diri terhadap berbagai inovasi baru, agar kegiatan tersebut dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026