Pontianak (Antara Kalbar) - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Singkawang mengimbau kepada pengelola hotel untuk tidak menaikkan tarif kamar terlalu tinggi kepada wisatawan menjelang Festival Cap Go Meh.

"Kita imbau kepada pengusaha hotel untuk tidak menaikkan tarif kamar terlalu tinggi kepada wisatawan," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Singkawang, Supardiana, Senin.

Dia juga berpesan agar pihak hotel dapat melayani wisatawan dengan sebaik-baiknya selama berada di Kota Singkawang.

"Sehingga wisatawan bisa merasa betah dan betul-betul bisa menikmati event-event yang ada di Singkawang, salah satunya Cap Go Meh," tuturnya.

Berdasarkan pendataan pihaknya kepada sejumlah hotel yang ada di Singkawang jelang Cap Go Meh, memang masih terdapat beberapa kamar yang masih belum di pesan oleh tamu.

"Saat ini memang masih ada beberapa kamar yang masih belum di pesan, diantaranya, Hotel Kalbar, Sahabat Baru, dan Hotel Singkawang," katanya.

Namun, tidak menutup kemungkinan, mendekati Festival Cap Go Meh, semua hotel dipastikan penuh. Mengantisipasi hal itu, pihaknya pun sudah melakukan pendataan kepada sejumlah rumah Kost yang layak untuk dijadikan tempat peristirahatan sementara bagi wisatawan (Homestay).

"Ada 24 rumah Kost yang layak untuk dijadikan tempat peristirahatan sementara bagi wisatawan (Homestay), yang mana setiap rumah Kost masih terdapat 7-15 kamar yang masih belum dipesan," tuturnya.

Hasil pendataan ini, sudah pihaknya bagikan ke setiap hotel. Tujuannya, agar pihak hotel bisa mengarahkan wisatawan untuk memesan kamar yang masih tersedia.

Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang, Mulyadi Qamal mengimbau kepada pihak hotel untuk tidak menaikkan tarif kamar melebihi standar wajar.

"Nilai standar wajar tarif hotel adalah 100 persen dari harga normal. Namun jika melewati 100 persen, maka hal tersebut sudah dianggap tidak wajar," kata Mulyadi Qamal.

(U.KR-RDO//N005) 

Pewarta: Rudi dan Rendra

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017