Pontianak (Antara Kalbar) - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan tahun 2018, Pemkot Pontianak akan mendapat bantuan sebesar Rp10 miliar untuk penyambuangan air PDAM gratis.

"Penyambungan air PDAM gratis bantuan pemerintah pusat tersebut, diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Sutarmidji di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan, bantuan untuk sambungan air PDAM gratis tersebut, diperkirakan untuk sekitar tiga ribu sambungan baru. ?

"Tapi kami juga tetap menganggarkan dari APBD. Seperti di Utara itu, harusnya punya?booster?lagi di Jalan Flora, supaya tekanan airnya kuat, atau harus bertekanan 2.000 - 2.500?meter kubik," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga sedang melakukan perbaikan jaringan yang lama.

Selain itu, dia meminta pihak PDAM agar bekerjasama dengan perusahaan pengadaan pipa. Metode pembayarannya bisa lewat model pembiayaan bank, dan untuk angsuran tentu bisa dibayarkan karena nantinya angka penjualan otomatis meningkat.?

Ia memperkirakan masih butuh dana sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar untuk pemasangan pipa tersier di seluruh gang -gang yang ada di Pontianak, agar kapasitas produksi air bersih bisa terjual semua.

"Karena saat ini kapasitas yang ada sudah mencapai 2.150 liter per detik, tetapi yang terjual baru sekitar 1.400-an liter air dari produksi air yang dihasilkan tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, tarif air PDAM per meter kubiknya kemungkinan akan naik sekitar lima sampai sepuluh persen.

"Kami berharap jika diberlakukan masyarakat akan memakluminya, karena kalau tidak dinaikkan PDAM akan merugi, atau mengganggu operasional," katanya.


(U.A057/I006)

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017