Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui  Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan  tengah merekrut 20 orang fasilitator desa untuk tiga kecamatan yakni Kecamatan Entikong, Sekayam dan Beduwai.

"Ada 20 desa terpilih dari tiga kecamatan itu dan tiap desa seorang fasilitator," ujar  Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau John Hendri saat dihubungi di Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (9/5).

Ia mengatakan rekrutmen dibuka dari tanggal 06 - 13 Mei 2019 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau setiap jam kerja, tentunya dengan beberapa persyaratan.

"Kalau pelamar SMA minimal SMK pertanian, tapi kalau sarjana bebas, bisa dari pendidikan, hukum, dan sebagainya. Kemudian diutamakan pelamar ber KTP yang berasal dari tiga Kecamatan itu, kalau ada yang di luar itu pun boleh, tapi nantikan ada skor - skornya, yang asli tempatan misalnya dapat skor 50, yang di luar itu misalnya 20. Kira - kira seperti itulah," papar dia

Ia menambahkan, untuk peserta yang sudah melamar maka akan mengikuti tes tertulis dan tes wawancara di Pontianak.

Sementara untuk tempat tes nya akan diumumkan kemudian. Jika peserta telah diterima sebagai fasilitator desa, mereka akan berada di bawah salah satu wadah atau perusahaan yang akan memberikan mereka pelatihan dan sebagainya, termasuk memantau kinerja mereka.

"Rekrutmen ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman petani tentang budidaya sektor pertanian, termasuk pemahaman pemasaran produk hasil pertanian, pemerintah pusat pun sudah meminta pemerintah daerah untuk segera merekrut fasilitator desa," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, program ini merupakan program bantuan dari luar negeri yaitu IFAD kepada pemerintah Indonesia untuk selanjutnya dihibahkan kepada pemerintah daerah.

Program ini hasil kerja sama antara Rural Empowerment and Agricultural Depelovment Scaling up Initiative (READSI) program dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian tahun 2019.

"Jadi ada dua Kabupaten di Kalbar yang dapat program ini, yakni Sambas dan Sanggau. Program ini untuk lima tahun ke depan dimulai 2019 - 2024 dengan total anggaran Rp14 miliar. Satu tahun sekitar Rp 2 - Rp3 miliar," tuturnya.

Dipilihnya Kabupaten Sanggau diakui John Hendri kemungkinan disebabkan karena Kabupaten Sanggau telah di kenal di Kementerian.

"Kita pun sudah pernah dapat pin emas dan kita juga intens membangun komunikasi dengan pihak Kementerian Pertanian," papar dia

Pewarta: Dedi/M Khusyaeri

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019