Pihak Rumah Sakit Promedika Pontianak menyampaikan protes terkait pemberitaan disejumlah media yang menyebutkan terdapat satu pasien COVID-19 yang meninggal dan pernah dirawat oleh mereka.

"Saya sudah cek semua data registrasi pasien yang dirawat di rumah sakit kami dan tidak menemukan pasien yang bersangkutan pernah dirawat di sini. Jadi pasien itu bukan dari Rumah Sakit Promedika," kata Direktur RS Promedika, dr. Indah Widyasmara, di Pontianak, Senin.

Untuk itu, pihak Rumah Sakit Promedika mengklarifikasi pemberitaan di beberapa media yang terbit pada Minggu, 30 Agustus 2020, kemarin.

"Jadi, kami tegaskan, bahwa pasien meninggal dunia yang diberitakan pernah dirawat di RS Promedika tidak benar," tuturnya.

Di dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa satu pasien yang meninggal akibat COVID-19 pada 29 Agustus 2020 pernah dirawat di RS Promedika pada tanggal 21 Agustus karena demam. Hal itu dibantah oleh Indah. 

Ia merasa pemberitaan tersebut merugikan RS Promedika. Karena di tengah pandemi COVID-19, orang enggan ke rumah sakit lantaran takut tertular. 

"Kami juga sudah menghubungi pihak RS Soedarso. Kami tidak pernah merujuk pasien yang bersangkutan ke sana. Jadi saya klarifikasi bahwa pasien yang bersangkutan memang tidak pernah dirawat di RS Promedika," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson juga mengeluarkan klarifikasi yang menyatakan bahwa pasien yang meninggal terkonfirmasi positif seperti yang diberitakan pada hari Sabtu tersebut bukan dirawat di Promedika, namun di Mitra Medika.

"Jadi, yang saya sebutkan itu Rumah Sakit Mitra Medika, bukan Promedika," kata Harisson.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020