Anggota DPRD Pontianak dari Fraksi Amanat Kebangkitan Bangsa (FAKB) dalam pandangan umum terhadap nota keuangan penyampaian RAPBD Kota Pontianak 2021 mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah PAD di tengah pandemi COVID-19.

“Dalam situasi pandemi COVID- 19, perlu kreativitas dan inovasi terbaik dari seluruh kepala dinas dan bawahannya. Sehingga target PAD 2021 tercapai,” ujar Ketua FAKB, Zulfydar Zaidar Mochtar di Pontianak, Senin.

Ia menambahkan sebagai fungsi pengawasan pihaknya juga meminta seluruh OPD dengan kompak mengikuti arahan dan aturan, agar target PAD yang di tetapkan bukan hanya mampu terpenuhi namun mampu melampaui batas.

“Kota Pontianak tidak cukup hanya bekerja rutinitas apalagi tidak terukur, artinya kota jasa dan perdagangan adalah kota bisnis yang kerjanya pun seperti perusahaan besar tingkat dunia,” jelas dia

Ia menjelaskan bahwa tantangan di era normal baru ke depan sangatlah berat, untuk itu dinas yang tidak mampu bekerjasama dan mengikuti arahan sebagai kota jasa dan perdagangan dipersilahkan mundur.

“Inilah pengawasan dprd dalam mengemban fungsi ke pemerintahan. Kita terus mengawasi agar pembangunan kota dan masyarakat tetap jalan dan maksimal,” tegas dia.

Ia menyebutkan secara umum stuktur RAPBD Kota Pontianak 2021 terdiri dari tiga komponen utama yakni PAD, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Menurutnya secara keseluruhan ketiga komponen tersebut yang telah tergambar dalam RAPBD Kota Pontianak anggaran 2021 yang semula APBD perubahan 2020 PAD sebesar Rp1,62 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp152,09 miliar atau naik 8,59 persen di bandingkan dengan target PAD 2021 sebesar Rp 1,77 triliun.

Kemudian untuk komponen belanja daerah ini telah disampaikan dalam pidato Wali Kota Pontianak pada tanggal 23 Oktober 2020 belanja daerah pada 2021 Rp 1,84 triliun atau meningkat Rp55,15 miliar atau naik 3 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2020 sebesar Rp 1,78 triliun.

“Sedangkan untuk pembiayaan daerah terdiri dua bagian yaitu penerimaan pembiayaan sebesar Rp 99,11 milyar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp30 milyar,” kata politisi PAN tersebut.
 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020