Pegiat lingkungan dari Pesona Kalbar Hijau, Dede Purwansyah berharap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat bisa menjadi pusat mangrove duni karena memiliki potensi yang besar sebagai kawasan hutan mangrove.

“Dari sisi luas dan jenis mangrove ada di Kubu Raya terutama di daerah pesisir di belasan desa. Ini tentu menjadi kekayaan dan kami berharap Kubu Raya sendiri didukung oleh pusat untuk menjadi pusat mangrove dunia,” ujarnya di Pontianak, Senin.

Baca juga: Bupati Muda ajak masyarakat pesisir lestarikan mangrove

Pengelolaan hutan mangrove di Kubu Raya semula dengan program kegiatan dari dukungan donor dan lembaga pendamping. Sekarang ini mulai beranjak untuk melakukan upaya masyarakat melalui kegiatan usaha secara mandiri.

“Dari sisa hasil usaha inilah yang kemudian dalam tahunan terakhir ini dikelola untuk membantu kegiatan pengelolaan dan perlindungan mangrove Kubu Raya,” jelas dia.

Terkait peran pemerintah daerah pihaknya mengapresiasi karena sudah mengeluarkan kebijakan pengelolaan hutan mangrove secara lestari di areal areal penggunaan lain yang dimasukkan ke dalam RTRW dengan nama pengelolaan hutan mangrove melalui daya dukung lingkungan hidup yang di SK-kan oleh bupati. Sebelumnya juga sebagian hutan mangrove masuk dalam areal izin hutan desa di 13 desa

Baca juga: Jasa Raharja tanam 1.800 bibit mangrove di Mempawah
Baca juga: Penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Pasir Mempawah capai 35 hektare

“Kemudian pemerintah pusat juga sudah memberikan stimulan melalui pinjaman dana investasi pengelolaan budidaya kepiting bakau sebagai salah satu strategi untuk mendukung pengelolaan hutan secara lestari. Belum lama ini dapat dukungan dari BPDAS HL untuk melakukan rehabilitasi,” kata dia.

Pihaknya sebagai pihak pendamping mandiri dalam pelestarian mangrove di beberapa desa di Kubu Raya terus mendukung.

“Kami terus mendukung pelestarian mangrove. Hal itu agar selain menjaga hutan tetapi juga memberdayakan masyarakat secara maksimal. Kami memasksimalkan pendampingan terutama pemberdayaan,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan mengajak masyarakat pesisir di kabupaten itu untuk melestarikan mangrove di sekitar mereka, guna mendapatkan manfaat tambahan bagi perekonomian keluarga. Menurutnya hutan mangrove merupakan jenis hutan yang terlengkap di dunia, sekitar 80 persen dari total jenis mangrove berada di sana.

Dia mengatakan, 30 jenis pohon mangrove berada di lokasi ekowisata di antaranya dari Nipah, Nyirih, dan banyak lainnya.

Baca juga: Pengunjung ekowisata Mangrove Park di Mempawah turun drastis selama pandemi
Baca juga: BRGM reboisasi 6.000 hektare hutan bakau di Kalimantan Barat
Baca juga: Upaya PLN kembangkan Desa Wisata Mangrove di Sungai Bakau Mempawah
Baca juga: "Silvofishery" memelihara kepiting sambil menjaga mangrove dari pesisir Kalbar - 1

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021