Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono mengamati bahwa sebagian besar masyarakat terutama di pasar sudah menerapkan protokol kesehatan (proses) dan ia meminta mereka untuk tidak kendor dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

“Sebagian besar masyarakat yang beraktivitas di pasar sudah menerapkan prokes, minimal mereka memakai masker. Artinya, edukasi dan imbauan yang diberikan Satgas COVID-19 selama ini masih di dengar masyarakat. Walaupun masih ada saja yang lupa memakai masker, kita harus tetap mengedukasi dengan humanis,” ujarnya saat dihubungi di Sambas.

Satono berharap, Kabupaten Sambas segera keluar dari status zona merah sehingga PPKM level 4 tidak perlu diterapkan. Untuk mewujudkan itu, masyarakat harus mengerti dengan situasi sekarang dan taat kepada imbauan dan aturan yang dikeluarkan pemerintah.

“Ingat prokes 5M, jangan sampai masyarakat yang beraktivitas di pasar mengabaikannya. Cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan dan jangan keluar rumah kalau tidak perlu,” kata dia.

Sebelumnya,Satono didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Yunisa berbagi sembako kepada penjual sayur, sopir angkutan umum, petugas kebersihan dan masyarakat sekitar Kota Sambas. Sebelum berbagi sembako, Satono dan istrinya belanja ke Pasar Sambas sekitar pukul 06.00 WIB.

“Sekarang Sambas sedang zona merah dan menerapkan PPKM level 4. Kita ingin membantu meringankan beban masyarakat yang tengah kesulitan di situasi pandemi ini. Ini juga bentuk hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sembari membagi sembako, Satono dan istrinya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. 

“Di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini edukasi kepada masyarakat terlebih di pasar-pasar memang harus digencarkan dalam setiap kesempatan,” jelas dia.

 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021