Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono dalam silaturahmi tatap muka mengaku perlu mendengarkan masukan atau suara dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Sambas.

"Perlu kita dengarkan suara-suara bapak ibu guru yang mengajar di bidang agama di Kabupaten Sambas. Terlebih penduduk kita mencapai 640 ribu sekian jiwa, 68 persen itu beragama Islam," katanya saat dihubungi di Sambas, Senin.

Ia meminta maaf kepada para guru PAI karena sudah satu tahun lima bulan menjabat baru sempat melakukan silaturahmi tatap muka. Kendati demikian, dia ingin kegiatan tatap muka yang digelar tersebut dilakukan setiap tahun.

"Silaturahmi tatap muka dengan guru agama lain secara bertahap juga kita lakukandi tingkat PAUD dan SMA sederajat. Sebab pertemuan tidak bisa dilakukan sekaligus lantaran jumlah guru agama yang cukup banyak. Kegiatan ini terselenggara atas diskusi saya dengan Kepala Kemenag kemarin. Saya bilang, saya sangat menyambut baik kegiatan seperti ini untuk mempererat tali silaturahmi," katanya

Bupati  mengatakan, kegiatan tersebut merupakan perdana digelar di Kabupaten Sambas dan difasilitasi oleh Pemkab Sambas, jumlah di mana pesertanya mencapai 750 orang.

"Karena laporan dari Kepala Kemenag, kegiatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Inilah silaturahmi perdana antara guru agama se-Kabupaten Sambas dengan Bupati Sambas," katanya.

Ia mengatakan rasio guru agama dengan jumlah siswa se-Kabupaten Sambas belum proporsional. Ia memastikan Pemkab Sambas sudah mengusulkan tambahan 200 orang guru agama ke pusat untuk tahun depan.

"Berdasarkan data yang saya terima, guru agama di SD ada 469 orang, SMP 150 orang, totalnya 619 orang. Murid yang diajar lebih dari 40 ribu orang. Jadi rasio nya 64 orang ditangani satu guru. Itu Belum proporsional," demikian Satono.

 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022