Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Planet Indonesia (YPI) terus memperkuat sinergi perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar dengan menjalin jaringan dengan media massa di Kalbar.

"Kerja sama BKSDA Kalbar dan YPI dengan media massa di Kalbar tentang upaya pelestarian dan pencegahan tindakan kejahatan satwa liar dilindungi sangat penting. Untuk itulah hal ini perlu diperkuat sinerginya karena media massa perannya strategis," ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar RM Wiwied Widodo di Pontianak, Kamis.

Ia menyakini bahwa melalui peliputan dan pemberitaan oleh media massa terkait kejahatan satwa liar, pelestarian keanekaragaman hayati, pengawetan dan perlindungan satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi di Kalbar lebih optimal.

"Dengan begitu bisa meningkatkan peran aktif publik dan pihak terkait dalam upaya perlindungan satwa liar dan peredaran satwa liar dilindungi dan penegakan hukumnya," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia termasuk Kalbar adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, serta menjadi habitat bagi satwa-satwa endemik atau satwa yang hanya ditemukan di negara ini saja. Jumlah mamalia endemik Indonesia ada 259 jenis, kemudian burung 384 jenis dan amfibi 173 jenis.

"Keberadaan satwa endemik ini sangat penting, karena jika punah di Indonesia maka itu artinya mereka punah juga di dunia, " kata dia.

Menurutnya, meskipun kaya, namun Indonesia dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah.

"Penyebab terancam punahnya satwa liar Indonesia setidaknya ada dua hal yaitu berkurang dan rusaknya habitat, serta perburuan dan perdagangan satwa liar. Untuk mengatasi dua hal itu perlu kolaborasi dan sinergi dengan para pihak termasuk media massa, " kata dia.


 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023