Sungai Raya (ANTARA Kalbar) - Puluhan warga dari Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar menggelar aksi di kantor bupati untuk mendesak Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan segera melantik kepala desanya.
"Kami mempertanyakan kenapa sampai sekarang kepala desa kami yang terpilih belum juga dilantik. Padahal pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut sudah dilakukan lima bulan lalu," kata Koordinator aksi, Ahmad Sarmin, di Sungai Raya, Senin.
Menurutnya, masyarakat sangat terganggu dengan tidak adanya kepala desa di desa mereka. Karena, untuk mengurus berbagai administrasi kependudukan serta masalah desa lainnya, masih belum bisa dilakukan karena tidak adanya kepala desa yang definitif.
"Dalam pesta demokrasi Pilkades beberapa waktu lalu Junaidi Abdullah terpilih sebagai pemenang Pilkades Batu Ampar. Ironisnya, sampai sekarang dia belum dilantik, hanya karena alasan adanya dugaan penggunaan ijazah SD palsu," tuturnya.
"Jika memang pelantikan Kades Batu Ampar terhambat oleh ijazah SD Junaidi Abdullah yang diduga palsu. Maka saya katakan hal tersebut tidak benar. Karena kita memiliki bukti-bukti konkret bahwa Junaidi Abdullah pernah menjadi pelajar mengenyam pendidikan di Bekasi, jadi saya rasa sudah saatnya Bupati melantik Kades Batu Ampar, karena tuduhan ijazah palsu tersebut tidak benar," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, bahwa tidak dilantiknya Kepala Desa Batu Ampar sampai saat ini dikarenakan adanya masalah teknis yang terjadi.
"Dan yang namanya masalah teknis itu merupakan masalah mekanisme saja. Dan ini juga merupakan kelengkapan supaya Pemerintah Kubu Raya berhati -hati dalam mengangkat Kepala Desa," katanya.
Ia juga membenarkan, bahwa pelantikan tersebut juga terkendala karena adanya dugaan ijazah palsu dari Junaidi Abdullah yang merupakan Kepala Desa batu Ampar terpilih.
"Jika memang ijazahnya tidak palsu, tentu itu bukan masalah lagi. Dan saya menyatakan bahwa bersedia melantik Kepala Desa Bau Ampar," kata Muda.
Rencananya pelantikan Kades Batu Ampar akan dilaksanakan pada tanggl 27 September 2012 mendatang.
(pso-171)
