"Persediaan darah secara nasional kini sudah menipis terutama untuk golongan A dan AB, sementara golongan O dan B masih banyak sehingga dinyatakan aman," kata Ulfa saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.
Ulfa mengungkapkan bahwa PMI kini sudah tidak memiliki pasokan darah khusus untuk darah golongan A dan AB di wilayah Jakarta, Bogor, dan Padang.
Sementara itu persediaan darah untuk golongan O dan B masih dinyatakan aman karena 70 persen penduduk Indonesia memiliki golongan darah tersebut.
"Sehingga dari prediksi di golongan darah itu, golongan darah A dan AB dinyatakan masih kurang," kata Ulfa.
Selain itu pasokan darah yang mengalami penurunan pada bulan Ramadhan diprediksi Ulfa karena umat Muslim enggan mendonorkan darahnya saat sedang menjalani ibadah puasa, karena takut akan membuat tubuhnya lemas atau membatalkan puasanya.
Untuk mengatasi kurangnya pasokan darah, PMI bekerja sama dengan puluhan masjid, gereja, serta beberapa pusat perbelanjaan dengan membuka gerai sebagai lokasi donor darah yang dikoordinir oleh Unit Transfusi Darah Pusat, yang kemudian disalurkan kepada Unit transfusi Daerah yang membutuhkan.
Pewarta: Maria RosariEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.