Pontianak (Antara Kalbar) - Ratusan orang yang tinggal di sekitar wilayah Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalbar, mendatangi toko mas Siantan Jaya untuk menukarkan perhiasan emas yang telah mereka beli di toko tersebut.
"Kami dapat informasi, pemilik toko mas Siantan Jaya ditangkap polisi karena kedapatan membeli mas batangan di Batam. Sejak saat itu toko mas ini tutup, makanya kami setiap hari, sejak Sabtu (29/11) kemarin terus datang ke sini untuk menukarkan perhiasan emas yang kami beli di sini," kata Julianti, salah seorang warga Dharma Putra, Siantan Hulu, Pontianak, saat ditemui di lokasi, Selasa.
Dia menjelaskan, jika perhiasan emas yang mereka beli dari toko tersebut dijual ke toko emas lainnya, maka harga jual perhiasan mereka hanya dinilai setengah harga beli.
"Kalau kami jual kembali disini, kami mendapatkan harga penuh dari nilai awal perhiasan yang kami beli. Makanya setiap hari kami datang kesini, menunggu toko emas ini buka," katanya.
Tetapi sampai hari ini, toko yang berada di kawasan Pontianak Utara itu belum buka. Padahal Sabtu (29/11), istri dari pemilik toko berjanji untuk membuka tokonya mulai Senin (1/12), katanya.
Sementara itu, Astuti, warga Teluk Betung, Kecamatan Pontianak Utara mengatakan datang ke toko emas itu untuk mengambil kembali perhiasan yang dia gadai disana. Selain menjual perhiasan emas, toko tersebut juga menerima gadai perhiasan dari para pelanggan.
"Kalau toko ini tidak buka, bagaimana bisa saya mengambil perhiasan yang sudah saya gadaikan disini. Makanya, biar bagaimana pun kami minta pertanggungjawaban dari pemilik toko," tuturnya.
Retno, warga Parit Pekong (Selat Sumba) juga mengatakan bahwa dirinya telah mendatangi toko tersebut sejak Sabtu pekan lalu, ketika mendengar kabar bahwa pemilik toko perhiasan tersebut ditangkap.
Pemilik toko, Ahie pada Sabtu (29/11) ditangkap petugas polisi di bandara Supadio Pontianak bersama emas batangan ilegal karena tidak dilengkapi surat resmi.
Retno mengatakan, jika bisa menjual kembali perhiasan di toko tersebut, tentunya ia bisa meminimalisir kerugian yang dialami. "Karena kalau kami jual ke toko lain, pastinya harganya akan jatuh," katanya lagi.
Ia mengharapkan pemilik toko membuka kembali tempat usaha tersebut, untuk melakukan transaksi dengan para pembeli.
Sementara itu, akibat banyaknya kendaraan warga yang mendatangi toko perhiasan tersebut beberapa hari ini, menimbulkan menimbulkan kemacetan di ruas jalan Khatulistiwa, tepatnya di depan Pasar Puring.
(KR-RDO/N005)
