Diduga karena ketidakpuasan atas layanan PLN setempat yang mengalami gangguan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian Agus seorang pegawai PLN sedang melaksanakan piket di kantor PLN. Saat itu, listrik dalam kondisi sering padam.
Tiba-tiba datang beberapa orang menggunakan tiga unit sepeda motor dan langsung marah-marah dan memecahkan kaca bagian depan kantor dengan menggunakan benda keras dan merobek banner serta spanduk PLN yang terpasang di depan kantor PLN.
Mendengar pecahan kaca, Agus yang pada saat kejadian sedang di dalam kantor langsung keluar untuk menemui pelaku dan ingin menjelaskan mengapa listrik byarpet.
Namun karena rasa takut Agus langsung lari mengamankan diri.
Tidak lama kejadian, warga di sekitar PLN langsung berdatangan ke kantor PLN untuk mengetahui apa yang terjadi. Pada saat warga datang, para pelaku sudah meninggalkan TKP.
Agus juga tidak mengenali pelaku. Aliran listrik di Karangan pada saat itu byarpet dari pukul 14.30 hingga 19.30 Wib.
Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Narko dikonfirmasi membenarkan insiden perusakan kantor PLN Ranting Karangan. Namun, hingga Senin (5/9) pagi belum ada laporan resmi dari pihak PLN.
Sementara itu, Supervisor Teknik PLN Rayon Ngabang, Ikon Prawika dikonfirmasi belum mengetahui persis terjadi perusakan kantor PLN Ranting Karangan. "Karena untuk PLN Karangan dibawah naungan PLN Mempawah," ujar Wika singkat.
Pewarta: KundoriEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026