Langkat (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan tiga ekor siamang ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di kawasan restorasi Cinta Raja III di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Ketiga siamang itu merupakan satwa dilindungi yang sebelumnya menjalani masa rehabilitasi intensif di Pusat Rehabilitasi Siamang, Owa, dan Beruang Madu di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat yang merupakan hasil kerja sama antara BKSDA Sumatera Utara dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL).
Kepala Seksi BKSDA Wilayah II Stabat Bobby Nopandri, di Langkat, Jumat, mengatakan siamang (Symphalangus syndactylus) yang dilepasliarkan bernama Bejo dan pasangannya Mesra beserta anaknya Bonny.
"Kini Bonny berusia 1 tahun 19 hari, dan bersama induknya bersiap memulai hidup baru di habitat alami," katanya.
Bobby menjelaskan pelepasliaran keluarga siamang itu dilakukan melalui proses soft-release, yaitu tahapan adaptasi sebelum dilepas sepenuhnya ke alam liar.
"Sebelum proses ini dimulai, berbagai tahapan penting telah dilakukan mulai dari survei kepadatan populasi, analisis kesesuaian habitat, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, hingga uji polymerase chain reaction (PCR)," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKSDA melepasliarkan tiga siamang ke Taman Nasional Gunung Leuser
