Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) Jaya Samaya Monong menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten setempat menerapkan Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) atau digital pada pelayanan publik.
"Sesuai dengan semangat reformasi birokrasi, semua pelayanan publik menggunakan digital," kata Jaya Monong di Kuala Kurun, Jumat.
Dia menekankan penyusunan dokumen arsitektur SPBE, peta rencana SPBE, serta implementasi SPBE bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua perangkat daerah saja, melainkan tugas bersama seluruh perangkat daerah.
Pernyataan itu diungkapkan Jaya Monong saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan penyamaan persepsi dalam menyusun arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE sebagai kerangka kerja terintegrasi dalam pembangunan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Sekretaris Daerah Gunung Mas Richard menambahkan bahwa kolaborasi kesepahaman dan sinergi antar-sektor menjadi kunci dalam mewujudkan SPBE yang terpadu dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional, setiap instansi pemerintah daerah wajib menyusun arsitektur SPBE dan peta rencana SPBE sebagai kerangka kerja terintegrasi dalam pembangunan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Dia mengatakan dokumen arsitektur SPBE dan peta rencana SPBE tidak boleh hanya dijadikan sebagai pelengkap dalam penilaian indeks SPBE maupun reformasi birokrasi, namun harus digunakan secara aktif sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran program/kegiatan di setiap perangkat daerah.
Richard meminta agar penyusunan arsitektur dan peta rencana SPBE ini diarahkan dan selaras untuk mendukung capaian program prioritas Pemkab Gumas, yakni Program Tambun Bungai yang terdiri atas enam pilar utama.
Adapun enam pilar utama dari Program Tambun Bungai, yakni Tambun Bungai Maju, dengan penguatan sistem monitoring pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital ke seluruh desa.
Lalu, Tambun Bungai Sehat, melalui dukungan sistem informasi kesehatan dan layanan telemedicine. Tambun Bungai Cerdas, melalui platform pendidikan dalam jaringan, manajemen beasiswa digital, dan peningkatan literasi digital.
Tambun Bungai Mandiri, dengan transformasi digital untuk sektor pertanian, UMKM, dan koperasi lokal. Kemudian, Tambun Bungai Bermartabat, melalui pelestarian lingkungan dan kehutanan adat berbasis teknologi, serta promosi wisata digital.
Selanjutnya, Tambun Bungai Melayani, agar SPBE mendukung layanan publik digital, integrasi data, dan sistem administrasi kependudukan yang lebih cepat dan efisien.
“Saya berharap dokumen arsitektur dan peta rencana SPBE yang disusun tidak hanya sesuai regulasi nasional, tetapi juga kontekstual, aplikatif, dan berdampak langsung pada pencapaian pembangunan daerah,” ujarnya.
