Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap rumah dan rumah toko (ruko) warga yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Seluas, Kecamatan Seluas pada Sabtu (3/1) malam.
“Kami akan segera mendata seluruh rumah dan ruko warga yang terdampak kebakaran ini agar penanganan lanjutan, termasuk bantuan dan pemulihan, bisa dilakukan secara tepat,” kata Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis setelah melakukan peninjauan dilokasi lokasi kebakaran di Bengkayang, Minggu.
Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan milik warga dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat, khususnya para pedagang Pasar Seluas.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 21 ruko serta satu Pos Perhubungan milik Pemerintah Kabupaten Bengkayang di kawasan Pasar Seluas dan Terminal Seluas.
Api yang mulai muncul sekitar pukul 17.55 WIB dengan cepat membesar akibat bangunan yang saling berdempetan, material mudah terbakar, serta embusan angin kencang. Kobaran api sempat memicu kepanikan warga dan pedagang yang berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka.
Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan. Satu mobil pemadam dari Kecamatan Seluas dikerahkan lebih awal, kemudian diperkuat oleh personel BPBD Kabupaten Bengkayang serta armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB setelah lima mobil pemadam dari berbagai unsur dikerahkan ke lokasi.
Sebastianus Darwis mengatakan pemerintah daerah juga akan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan lanjutan pasca-kebakaran, termasuk penanganan darurat serta pemulihan aktivitas perekonomian warga.
“Kita pastikan seluruh data korban dan bangunan terdampak tercatat dengan baik. Ini penting agar proses bantuan dan pemulihan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan aparat di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api kompor yang ditinggalkan saat aktivitas jual beli.
Dalam kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp20 miliar.
