Integrasi tersebut penting untuk menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
Pontianak (ANTARA) - Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Dabong melakukan panen perdana budi daya udang vaname yang menjadi capaian menggembirakan dalam pengembangan perhutanan sosial berbasis ekonomi hijau produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).
"Panen perdana tersebut dilaksanakan pada luas areal mencapai 9,5 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Delta Kapuas Project, sebuah inisiatif kolaboratif yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam secara lestari dengan penguatan ekonomi lokal masyarakat desa," kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya, Ya’ Suharnoto, di Kubu, Selasa.
Ia mengatakan keberhasilan panen perdana itu membuktikan bahwa kawasan hutan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan.
Budi daya udang vaname di kawasan itu menerapkan konsep silvofishery, yakni sistem pengelolaan perikanan yang memadukan aktivitas tambak dengan fungsi kehutanan, khususnya ekosistem mangrove. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan ekologis kawasan pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
"Panen udang vaname oleh LPHD Desa Dabong memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan hutan dapat dilakukan secara lestari dan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat," ujar dia.
Suhartono menegaskan, KPH Kubu Raya memastikan seluruh aktivitas tambak tetap sejalan dengan prinsip kelestarian hutan. Silvofishery, menjadi salah satu kegiatan utama yang dikembangkan karena mampu mengintegrasikan mangrove dengan budidaya udang, kepiting, serta komoditas perairan lainnya.
"Integrasi tersebut penting untuk menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar dia.
Dukungan terhadap kegiatan itu juga disampaikan Kepala Seksi Wilayah III Balai Perhutanan Sosial (BPS) Banjarbaru Susanto. Dirinya menilai panen perdana udang vaname LPHD Desa Dabong sebagai hasil nyata dari kolaborasi multipihak dalam pemberdayaan masyarakat perhutanan sosial.
"Kegiatan ini sangat positif dan menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat menghasilkan keberhasilan usaha masyarakat perhutanan sosial," katanya.
Susanto mengatakan BPS Wilayah III Banjarbaru akan terus mendorong penguatan kelembagaan LPHD melalui bantuan alat ekonomi produktif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan digitalisasi pemasaran agar produk perhutanan sosial memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Ia berharap LPHD Desa Dabong dapat tumbuh mandiri dan menjadi percontohan bagi LPHD lainnya di Kalimantan Barat.
Sementara itu, dari sisi mitra pendukung, Head of Product CarbonEthics Linda Hartono mengatakan menyambut baik atas keberhasilan panen perdana tersebut.
Menurut dia, praktik silvofishery yang diterapkan di Desa Dabong menjadi contoh pengelolaan pesisir yang selaras antara aspek lingkungan dan ekonomi.
"Kami sangat senang melihat hasil panen hari ini. Panen ini menunjukkan bahwa praktik silvofishery dapat berjalan seiring dengan budidaya, memberikan manfaat bagi ekosistem mangrove dan blue carbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Linda mengatakan CarbonEthics berperan dalam inisiasi dan penguatan konsep operasional program dengan fokus menjaga kelestarian mangrove dan ekosistem blue carbon. Program itu juga didukung mitra teknis seperti FISTEK serta pendamping lapangan dari SAMPAN Kalimantan, sehingga dirancang berkelanjutan hingga tingkat akar rumput.
Ke depan, CarbonEthics akan melanjutkan pendampingan pada siklus budidaya berikutnya, termasuk memperluas pelibatan masyarakat serta melakukan penanaman mangrove di area tambak.
"Panen perdana udang vaname di Desa Dabong tersebut menegaskan bahwa perhutanan sosial berpotensi menjadi solusi nyata dalam membangun ekonomi hijau yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat pesisir," ujar dia.
Baca juga: Menteri Kelautan dan Perikanan panen udang di Mempawah
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026