Pontianak (ANTARA) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin guna membantu masyarakat yang membutuhkan layanan transfusi darah.
"Jika dilakukan secara rutin, kontribusi ASN melalui donor darah akan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan," kata Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat Windy Prihastari saat Aksi Sosial Donor Darah melalui program ASN Kalbar Peduli dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Aula BPSDM Kalbar di Pontianak, Rabu.
Ia mengatakan donor darah bentuk pengabdian ASN yang tidak hanya berdampak langsung pada penyelamatan nyawa, tetapi juga memperkuat nilai empati dan kepedulian sosial dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan publik.
Ia mengatakan kebutuhan darah terus meningkat seiring dengan tingginya pelayanan medis, baik untuk kondisi darurat, tindakan operasi, maupun perawatan pasien dengan penyakit tertentu.
Oleh karena itu, katanya, partisipasi secara berkelanjutan dari ASN dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjamin ketersediaan darah.
Melalui program ASN Kalbar Peduli, BPSDM mendorong ASN tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga menjadi teladan dalam aksi-aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.
"Setiap tetes darah yang disumbangkan merupakan wujud kepedulian sekaligus harapan hidup bagi sesama," katanya.
Kegiatan donor darah tersebut melibatkan ASN dari berbagai perangkat daerah serta masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antar-perangkat daerah sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
BPSDM Kalbar berharap, ajakan donor darah secara rutin dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dan budaya berbagi di kalangan ASN, sehingga kehadiran pemerintah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui aksi nyata kemanusiaan.
