Pontianak (ANTARA) - Di sudut Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, aktivitas produksi lilin kelenteng berlangsung nyaris tanpa jeda. Dari sebuah industri rumahan sederhana, cairan lilin dilelehkan, dituangkan, lalu dibiarkan membeku perlahan. Dari tempat inilah cahaya-cahaya doa bermula, menyertai berbagai ritual keagamaan di banyak tempat ibadah.
Usaha pembuatan lilin tersebut dikelola oleh Susanto atau yang akrab disapa Asang. Di usianya yang kini 57 tahun, pria kelahiran 1968 ini telah menekuni pembuatan lilin kelenteng selama belasan tahun melalui usahanya yang diberi nama Sinar Terang. Usaha ini secara khusus memproduksi lilin untuk keperluan sembahyang, terutama yang digunakan di kllenteng dan gereja, dengan ragam ukuran dan bentuk.
"Awalnya saya hanya coba-coba. Pertama bikin yang kecil-kecil dulu," ujar Susanto saat ditemui di tempat produksinya.
Seiring waktu, permintaan mulai meningkat dan mendorongnya untuk memproduksi lilin dalam ukuran yang lebih besar. Kini, lilin yang dibuatnya memiliki ukuran beragam, mulai dari yang paling pendek sejengkal jari tangan hingga lilin besar setinggi dua meter yang biasa digunakan di kelenteng.
Menurut Susanto, lilin berukuran besar membutuhkan waktu produksi yang jauh lebih lama.
"Kalau yang dua meter itu bisa satu minggu baru jadi, satu cetakan satu lilin. Kalau yang kecil satu hari atau dua hari, tergantung keringnya," katanya.
Lilin-lilin tersebut diproduksi dan dijual secara berpasang, dengan harga yang bervariasi mulai dari ribuan rupiah hingga jutaan rupiah per pasang, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.
Bahan baku lilin yang digunakan berasal dari olahan minyak kelapa sawit yang didatangkan dari luar daerah.
"Bahannya dari sawit, tapi sudah dalam bentuk tepung lilin. Kita ambil dari Jawa Timur," ujar Susanto.
Di lokasi produksi, bahan tersebut dicampur dengan komposisi tertentu, dilelehkan, kemudian dituangkan ke dalam cetakan sebelum dibekukan kembali.
Baca juga: Dari yu sheng hingga mi panjang umur untuk Imlek
Proses pencampuran bahan, menurut Susanto, tidak selalu berjalan mulus, terutama pada masa awal usaha.
"Dulu sering salah campur. Bahannya kan mesti kombinasi, sekian persen ini, sekian persen itu. Kalau enggak pas, harus diulang lagi," katanya.
Berbagai kegagalan itu menjadi bagian dari proses belajar hingga akhirnya ia menemukan formulasi yang sesuai.
Produksi lilin di Sinar Terang dilakukan sepanjang tahun dan tidak hanya mengandalkan momentum perayaan Imlek.
"Kalau tunggu Imlek baru bikin, enggak keburu. Harus jalan terus setiap hari," ujar Susanto.
Baca juga: Tokoh Harry Potter hiasi Imlek 2026 di China karena makna keberuntungan
Aktivitas produksi hanya berhenti pada hari libur tertentu. Setelah perayaan Imlek, produksi kembali digenjot sekitar satu minggu kemudian untuk persiapan tahun berikutnya.
Selain lilin sembahyang berwarna merah yang identik dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Susanto juga menerima pesanan lilin untuk keperluan gereja, meskipun jumlahnya tidak banyak.
"Kalau dari gereja juga ada, tapi enggak terlalu banyak. Lilinnya putih dan dibuat sesuai permintaan," ujarnya.
Penyaluran lilin untuk gereja tersebut umumnya dilakukan melalui toko rohani.
Untuk pemasaran, produk lilin Sinar Terang masih difokuskan di wilayah Kalimantan Barat, dengan distribusi ke sejumlah daerah seperti Singkawang, Ngabang, dan wilayah sekitarnya.
Memasuki tahun 2026, terjadi penurunan minat beli dibandingkan tahun sebelumnya, meski aktivitas produksi tetap berjalan untuk menjaga ketersediaan stok.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kondisi pasar, Susanto tetap mempertahankan usahanya dengan konsistensi produksi sepanjang tahun. Pembuatan lilin terus dilakukan sebagai bagian dari rutinitas harian, menyesuaikan permintaan yang ada.
Bagi Susanto, pembuatan lilin tidak semata menjadi sumber penghidupan, tetapi juga memiliki nilai yang lebih luas. Dari industri rumahan di Punggur Kecil, lilin-lilin yang dihasilkan terus menyala, menopang tradisi ibadah dan keyakinan yang telah dijalankan lintas generasi.
Baca juga: Pemkot Pontianak izinkan pesta kembang api terpusat di Jalan Gajah Mada saat imlek
