Makassar (ANTARA) - Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan publik sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan Zona Integritas Tahun 2026
Prof JJ dalam keterangannya di Makassar, Selasa, juga menekankan pentingnya peran sumber daya manusia dalam membangun budaya integritas.
Para pimpinan unit harus memberi perhatian dalam membentuk budaya baru dalam pelayanan publik, yaitu pelayanan prima, berkualitas, dan bebas dari praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
"Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan dan program yang kita susun benar-benar terimplementasi dengan baik dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik,” ujarnya.
Sekretaris Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sumbangan Baja PhD, menyampaikan Unhas merupakan salah satu perguruan tinggi dengan tingkat partisipasi fakultas yang tinggi dalam pelaksanaan Zona Integritas. Unit kerja di Unhas telah memenuhi bahkan melampaui capaian indikator yang ditetapkan oleh kementerian, yakni minimal 50 persen unit kerja.
“Dari sisi jumlah unit kerja, Unhas sudah melampaui indikator yang ditetapkan kementerian. Selanjutnya, kami berharap seluruh unit kerja dapat segera menyelesaikan pengisian dan pemenuhan dokumen Zona Integritas secara tepat dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, TP-PTN Zona integritas Unhas, Ishaq Rahman memaparkan progres dan perkembangan pembangunan Zona Integritas Unhas tahun 2025, dan menguraikan strategi yang dipersiapkan Unhas pada tahun 2026.
"Tahun 2025 lalu, Kementerian Dikti Saintek mengusulkan lima fakultas dari seluruh PTN di Indonesia untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK. Tiga diantaranya berasal dari Unhas, yaitu: Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kehutanan," ujarnya.
