Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menekankan pentingnya keterlibatan pelaku investasi dalam mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Kabupaten Ketapang.
“Ke depan, kita akan berkoordinasi dengan para pelaku usaha atau investor agar turut bertanggung jawab dalam pengendalian karhutla,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, di Pontianak, Kamis.
Krisantus mengatakan aktivitas investasi di sejumlah kawasan harus diiringi tanggung jawab terhadap perlindungan lingkungan dan pencegahan karhutla.
Krisantus memastikan kondisi karhutla di Kalimantan Barat hingga saat ini masih terkendali meski terjadi peningkatan titik kebakaran selama periode Januari hingga April 2026.
“Puji syukur, sampai hari ini karhutla di Kalimantan Barat masih bisa kita kendalikan. Memang pada periode Januari hingga April terjadi peningkatan, namun hal ini hampir terjadi setiap tahun karena kondisi lahan kita,” tuturnya.
Ia menjelaskan karakteristik lahan gambut di sejumlah daerah menjadi faktor utama tingginya potensi kebakaran saat musim kemarau, terutama di Kabupaten Kubu Raya dan sebagian wilayah Kabupaten Mempawah.
Menurut dia, lahan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena mudah terbakar ketika dalam kondisi kering.
“Lahan gambut ini sangat rentan. Bahkan tanpa pembakaran, gesekan tumbuhan kering saja bisa memicu munculnya api,” katanya.
Ia menambahkan kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim hujan cukup membantu upaya pengendalian karhutla di berbagai wilayah Kalbar.
Meski demikian, Pemprov Kalbar tetap meningkatkan kewaspadaan melalui koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Alhamdulillah saat ini musim hujan sangat membantu. Namun kita tetap siaga. BPBD, TNI, Polri, serta seluruh stakeholder terus berkoordinasi secara berkelanjutan dalam pengendalian karhutla,” ujarnya.
Selain Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah, Krisantus juga menyoroti Kabupaten Ketapang sebagai salah satu daerah dengan luasan wilayah besar dan potensi karhutla yang tinggi.
Menurut dia, sinergi pemerintah, aparat, masyarakat, dan sektor usaha menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, terutama menjelang puncak musim kemarau 2026.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026