Madiun (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Jatim meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan penularan penyakit musiman, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ispa) dan influenza yang sering muncul saat pancaroba karena cuaca tidak menentu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujiyanto di Madiun, Rabu, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan saat pancaroba ke musim kemarau.

"Kami sudah mengantisipasi penyakit-penyakit yang berpotensi muncul akibat musim kemarau. Surat edaran telah kami kirimkan kepada seluruh puskesmas untuk mewaspadai penyakit musiman pancaroba, seperti influenza, ispa, pneumonia, diare, bahkan DBD," ujarnya.

Dia mengatakan musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Madiun dengan suhu udara mencapai 34 derajat Celsius memicu meningkatnya risiko penyakit saluran pernapasan.

Dinkes Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar mengurangi risiko tertular penyakit saluran pernapasan.

Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk menghindari paparan debu serta memperbanyak konsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi akibat cuaca panas.

"Kami mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala penyakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan karena kami siap memberikan pelayanan," katanya.

Pihaknya juga meminta seluruh fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan ruang perawatan bagi puskesmas rawat inap, serta memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui petugas promosi kesehatan (promkes).

Selain itu, petugas kesehatan di puskesmas, puskesmas pembantu, dan polindes diminta aktif memantau kemungkinan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan pancaroba ke musim kemarau.

"Jika ditemukan lonjakan kasus, petugas akan segera melakukan investigasi dan edukasi kepada masyarakat bersama tim promosi kesehatan," katanya.

Data Dinkes Kabupaten Madiun menunjukkan kasus pneumonia pada balita masih ditemukan sepanjang tiga bulan terakhir. Pada Maret 2026 tercatat 119 kasus, April 101 kasus, dan Mei 21 kasus.

Selain itu, kasus ispa pada balita tercatat lebih tinggi, yakni 800 kasus pada Maret, meningkat menjadi 897 kasus pada April, dan 271 kasus pada Mei 2026.

Meski tren kasus pada Mei menurun, Dinkes Kabupaten Madiun tetap meminta masyarakat tidak lengah karena cuaca panas dan kondisi lingkungan yang berdebu selama musim kemarau berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026