Pontianak (Antaranews Kalbar) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubu Raya, Berli Hamdani mengatakan, sepanjang Agustus 2018, pihaknya sudah menerima sebanyak 132 kasus ISPA dari beberapa kecamatan yang ada di kabupaten itu.

"Kasus ISPA sudah mulai muncul, menyusul semakin pekatnya kabut asap yang turut menyelimuti wilayah Kubu Raya akibat kebakaran Lahan. Jumlah penderita ISPA sepanjang Agustus 2018 yang tercatat di Dinakes Kubu Raya sudah mencapai 132 kasus," kata Berli di Pontianak, Kamis.

Menurutnya, di Kubu Raya ada tiga kecamatan yang telah dikategorikan rawan terjadi peningkatan ISPA.

"Kecamatan Sungai Raya menjadi daerah yang rentan terjadi peningkatan Kasus ISPA, sebab kondisi kabut asap memang cukup pekat di rasakan di wilayah ini, kemudian Rasau Jaya, dan Sungai Ambawang juga rentan terjadi peningkatan ISPA untuk saat ini," ujar Berli.

Untuk antisipasi supaya potensi peningkatan penderita ISPA di musim kabut ini bisa dicegah maka, Dinkes Kubu Raya sudah mencanangkan akan membagikan masker secara gratis dalam waktu dekat.

"Ada sekitar 870-an kotak masker, yang isinya satu kotak 50 lembar itu sudah siap dibagikan dalam waktu dekat. Pembagian masker secara gratis ini sementara akan difokuskan di kecamatan yang dianggap rawan," katanya.

Menurut Berli, pembagian masker secara gratis dari pemerintah tersebut hanyalah bersifat stimulan saja. Sebab, pemerintah juga punya anggaran terbatas untuk menyuplai kebutuhan masker di musim kabut asap ini.

Pemakaian masker, kata Berli, memang salah satu cara untuk mencegah terjadinya ISPA, terlebih pada musim ini, kabut asap semakin pekat. Karena itu, sebaiknya masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, memakai masker secara benar.

"Menggunakan masker ada aturannya. Pemasangannya harus benar. Biasanya kalau ingin mencegah masuknya partikel debu, ke saluran pernafasan, maka masker harus dibalik, bagian hijaunya di dalam," ujarnya.

Selain itu, Berli juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak mengonsumsi air putih, supaya cairan tubuh tetap terjaga di musim panas ini.


 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018