Sekadau (Antaranews Kalbar) - Warga Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, mengeluhkan kondisi penyeberangan Sunyat ke Sungai Asam di Sungai Ayak dimana jalan sekitar pelabuhan rusak serta tingginya tarif yang diterapkan.
    Kondisi tersebut berdampak ke harga sembako yang mulai berangsur naik di tiga kecamatan.
    "Seharusnya uji coba dulu ferry penyeberangan ini, tiga bulan atau enam bulan lah jangan langsung ambil alih, dan kalau bisa tarif menyesuaikan tarif ponton lama yang dikelola swasta, masa sekarang dikelola negara tarif melambung tidak karuan. Ini bukannya membangun dengan berdaya saing tapi ini perlahan membuat orang bersaing menjerit," ungkap tokoh pemuda Sungai Ayak, Lambertus Olan melalui pesan singkatnya, Minggu.
    Olan menuturkan, kawasan dermaga penyebrangan itupun terkesan dipaksa untuk digunakan.
    Ia mencontohkan sekarang saja sejak tadi malam truk tidak bisa menyebrang bukan karena antrian tapi jalan dalam kawasan dermaga itu hancur sehingga beberapa truk tumbang. 
    "Memang benar dulu Semuntai, Tayan dan beberapa daerah lainnya di Kalbar ini ditangani ferry penyebrangan, tapi itu dulu, masyarakat sekarang mobilisasinya tinggi sehingga ketepatan waktu serta ketiadabatasan pelayanan publik sangat diharapkan," kata dia.
    Ia mengeluhkan pula ferry di Sungai Asam - Sunyat ini kalau jam 9 malam ke atas sudah tidak melayani kata pegawai yang menetap tinggal di areal tersebut, kalah sama ponton yang bisa melayani 24 jam," tuturnya. 
    Sementara itu Kadis Perhubungan Kabupaten Sekadau Abang Yasin ketika dikonfirmasi melalui pesan instannya mengenai truk yang tidak bisa menyebrang di Sungai Asam ke Sunyat akibat jalan dalam dermaga ASDP itu rusak, tidak memberikan jawaban.
    Penyeberangan Sunyat - Sungai Asam kini dilayani KMP Seluang dari ASDP.
Baca juga: Truk tercebur di penyeberangan Sungai Asam Sekadau

Pewarta: Gansi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019