Sebanyak 22 orang tenaga kesehatan berstatus kontrak daerah dari Rumah Sakit Bergerak (RSB) daerah perbatasan Indonesia - Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat mendatangi Dinas Kesehatan Kapuas Hulu meminta kejelasan gaji, akibatnya RSB di daerah tersebut terpaksa ditutup.

" Kami sementara menutup rumah sakit bergerak itu, karena kami semua memperjuangkan hak kami dari Januari sampai sekarang belum di bayarkan oleh Pemda Kapuas Hulu," kata Koordinator audensi Agustian Sasmita, ditemui usai audensi di Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Senin.

Baca juga: RS Bergerak di Perbatasan Ditargetkan Rampung 2017

Dikatakan Agustian, kedatanganya bersama petugas kesehatan yang betugas di Rumah Sakit Bergerak Badau itu semata - mata untuk meminta kejelasan gaji.

Menurut dia, selama ini belum ada kejelasan selama diangkat sebagai tenaga kontrak untuk gaji tahun 2020, karena memang sejak Januari hingga 23 Maret 2020 gaji belum ada dibayarkan.

" Kami bertugas di garda depan bangsa ini namun hak kami belum jelas kapan di bayarkan, makanya kami beraudensi ke Dinas Kesehatan Kapuas Hulu," kata Agustia.

Baca juga: Menkes Resmikan RS Bergerak di Perbatasan

Direktur Rumah Sakit Bergerak Badau dr Liha yang turut serta dalam audensi itu membenarkan bahwa untuk sementara rumah sakit di Badau tersebut tutup.

" Memang benar kami menutup sementara Rumah sakit bergerak, karena saya pun tidak bisa membendung kawan - kawan yang memperjuangkan haknya, namun sepulang dari audensi rumah sakit itu akan kami buka kembali," kata Liha.

Dari hasil pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, kata Liha, yang berkaitan dengan gaji tenaga kontrak daerah untuk petugas kesehatan rumah sakit bergerak akan di bayarkan kemungkinan awal April mendatang.

" Sudah tidak ada masalah, gaji kawan - kawan tenaga kontrak daerah akan segera dibayarkan dan Rumah Sakit Bergerak Badau akan kembali kami buka," ucap Liha.

Baca juga: Rumah sakit Putussibau larang masyarakat kunjungi pasien
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020