Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sambas, Kalimantan Barat, Martono mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan akses yang sulit dijangkau dan jaraknya jauh dalam untuk distribusi logistik Pilkada 2020.

"Untuk distribusi logistik kita mengutamakan daerah yang jauh dan akses yang sulit untuk kita didistribusikan logistik pilkada," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Jumat.

Martono menjelaskan bahwa untuk pendistribusian ke tingkat PPK atau kecamatan sudah dimulai sejak 3 Desember 2020.

"Hari ini terus berjalan pendistribusian dan target kita tanggal 5 Desember 2020 seluruh PPK atau kecamatan sudah dikirim semua logistik pilkadanya termasuk Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian dari PPK ke PPS dan TPS paling lambat sudah sampai tanggal 8 Desember 2020," katanya.

Terkait keamanan dalam pengiriman pihaknya memastikan akan baik - baik saja karena dikawal oleh kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishub dan Bawaslu.

"Sejauh ini masih berjalan aman dan lancar dan kita berharap hingga saat pemungutan suara dan tahapan selanjutnya," kata dia.

Ia mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember 2020 untuk menyalurkan hak suaranya. Pihaknya memastikan dan masyarakat tidak perlu khawatir karena petugas menggunakan APD yang lengkap dalam menerapkan Prokes COVID-19.

"Kita juga meminta masyarakat menerapkan prokes sehingga sukses pilkada dan sukses penanganan COVID-19," katanya.

Dalam Pilkada Sambas 2020 ini terdapat empat paslon. Paslon yang berlaga tersebut semua dari unsur partai atau tidak ada calon independen.

Paslon nomor urut 1 yakni Heroaldi Djuhardi Alwi - Rubaeti Erlita yang didukung dua partai, yakni PKB dan Golkar.

Pasangan nomor urut 2 yakni Satono - Fahrur Rofi yang didukung oleh dua partai yakni Gerindra dan PAN.

Pasangan nomor urut 3 Helman Fachri - Darso yang didukung tiga partai, Partai NasDem, PDIP, dan PPI.

Pasangan nomor urut 4 Atbah Romin Suhaili - Hj Hairiah yang diusung PKS, PPP, Demokrat, dan Hanura.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020