Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Muda Mahendrawan mengatakan penyerapan APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2022 per 28 Desember 2022 mencapai Rp1,512 triliun atau 93 persen dari target Rp1,675 triliun.

"Kita optimis realisasi APBD Kubu Raya 2022 hingga 31 Desember mencapai 96 persen, karena masih ada beberapa yang belum menyelesaikan SPJ-nya," katanya saat menyampaikan realisasi APBD Kubu Raya di ruang rapat Bupati, Kubu Raya, Kalbar, Senin.

Muda menjelaskan daya serap APBD merupakan bagian dari indikator utama bagi Kubu Raya yang memiliki kewenangan untuk menyalurkan berbagai program yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh penjuru Kubu Raya.

"Hal ini juga bagian dari upaya bagi Pemkab Kubu Raya untuk melakukan kualitas hidup masyarakat di seluruh sektor baik fisik maupun nonfisik serta pemberdayaan masyarakat," katanya.

Muda menambahkan laporan realisasi ini tanggung jawab bagi Pemkab Kubu Raya kepada masyarakat dalam upaya menjalankan kewenangan dan mengelola anggaran.

Ia juga menjelaskan serapan APBD Kubu Raya pada 2021 lalu menjadi tertinggi kedua di Indonesia setelah Kabupaten Lampung, sehingga diharapkan pada 2022 serapan APBD Kubu Raya bisa berada di lima besar di Indonesia.

"Dengan serapan APBD yang ada saat ini, tentunya Kubu Raya telah menunjukkan upaya dengan cara yang lebih bersinergi dan fokus. Karena jika sisa anggaran terlampau lebih besar, maka menunjukkan bahwa Pemkab Kubu Raya banyak perencanaan maupun eksekusi yang kurang tepat," tuturnya.

Dia menambahkan tentunya kondisi itu menunjukkan bahwa Pemkab Kubu Raya tidak berhasil dalam mengelola kebijakan dan anggaran.

"Namun, dengan daya serap anggaran yang mencapai 93 persen sampai tanggal 28 Desember 2022 telah menunjukkan bahwa kita telah melakukan langkah-langkah yang jauh lebih efektif," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023