Semarang (ANTARA Kalbar) - Wakil Presiden Boediono mengingatkan Forum Rektor agar jangan untuk kepentingan politik sempit partai, golongan, suku, ras dan agama tertentu tapi harus untuk kepentingan besar bangsa.
"Sampai saat ini dapat saya katakan bahwa masyarakat umum menerima baik kiprah Forum Rektor Indonesia," kata Wapres Boediono saat membuka Konvensi Kampus Ke-9 Dan Temu Tahunan Ke-15 Forum Rektor Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, serta ratusan rektor se-Indonesia.
Wapres menilai Forum rektor mempunyai kelebihan sehingga masyarakat masih menilai dengan baik dibanding forum lain.
Kelebihan itu, kata Wapres, adalah pandangan, rekomendasi dan langkah-langkah Forum Rektor Indonesia didasarkan pada pertimbangan kepentingan nasional, kepentingan rakyat, bukan kepentingan politik sempit partai, golongan, suku, ras dan agama tertentu.
Selain itu, Ikatakan Boediono, rakyat melihat bahwa pandangan dan rekomendasi Forum Rektor Indonesia, sebuah forum yang terdiri dari sejumlah tokoh cendekiawan dan pendidik, tentu didasarkan pada pertimbangan obyektif dan sahih, bukan sekedar lontaran pendapat setengah matang atau sekedar untuk mendapatkan sensasi pemberitaan belaka.
Wapres meyakini anggota Forum sangat menyadari hal tersebut sebab begitu terbaca oleh masyarakat bahwa ada kooptasi atau dominasi oleh kelompok sempit, bobot rekomendasi dan kontribusi Forum Rektor Indonesia langsung akan merosot di mata mereka.
"Demikian pula, begitu terbaca bahwa pandangan dan rekomendasi Forum tidak didasarkan pada pertimbangan dan pemikiran yang jujur, matang dan obyektif, masyarakat tidak lagi akan menganggapnya serius," kata Boediono.
Untuk itu, Wapres minta agar anggota Forum untuk terus mempertahankan keunggulan Forum ini di waktu mendatang.
(A025)
