Pontianak (Antara Kalbar) - Cargill, induk perusahaan perkebunan PT Harapan Sawit Lestari yang terletak di Kabupaten Ketapang, memulai perayaan ulang tahun ke-150 dari salah satu perusahaan terbesar di dunia itu selama setahun penuh sejak awal 2015.
Presiden dan CEO Cargill, David MacLennan dalam keterangan tertulis di Pontianak, Minggu menyatakan, kebanggaannya atas apa yang telah dilakukan serta jasa orang-orang yang telah bekerja mewujudkannya.
"Sepanjang tahun ini, kami akan merenungkan masa lalu dan masa kini, serta akan menggunakannya sebagai pijakan untuk membantu kami memusatkan pikiran untuk membantu mitra dan pelanggan kami berkembang di dunia yang semakin kompleks," katanya.
Pada tahun ini, Cargill akan mengadakan pertemuan internasional melalui Perjalanan Pembelajaran Cargill (Cargill Learning Journeys) di Afrika dan Tiongkok.
Serta berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan dengan topik utama peningkatan ketahanan pangan dan produksi pangan yang berkelanjutan.
Cargill juga menandai ulang tahun kali ini dengan meluncurkan rangkaian koleksi cerita online, yang menggarisbawahi sejarah panjang inovasi dan komitmen Cargill untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan di seluruh dunia.
Cerita-cerita tersebut menunjukkan peran berbagai tokoh, keputusan-keputusan, dan inovasi-inovasi yang telah membentuk Cargill berkembang dari perusahaan sederhana di Midwest Amerika menjadi perusahaan ternama bidang pemasaran, pengolahan dan transportasi jasa pertanian, serta produksi dan jasa keuangan dan industri
Dimulai ketika pada tahun 1865, William Wallace Cargill membeli sebuah gudang gandum di Conover, Iowa, di ujung jalan raya McGregor Barat, yang telah membantu petani memasarkan gandum mereka.
Kemudian, tahun 1967, Cargill mengisi seluruh rangkaian kereta api, sebanyak 115 gerbong, dengan jagung dari Illinois, yang berhasil menurunkan harga bagi konsumen dan meningkatkan keuntungan bagi petani.
Pada tahun 1991, Cargill memperkenalkan praktik peternakan yang lebih baik, termasuk mempromosikan cetak biru metode penanganan yang lebih nyaman bagi ternak dan berwawasan jangka panjang.
Dangkalnya perairan Teluk Kutch, pada tahun 1998, Cargill mendesain pelabuhan terapung pertama, di lepas pantai India, yang memungkinkan makanan dan barang-barang lainnya dibongkar dan kemudian didistribusikan dengan kapal feri.
Pada tahun 2013, PT Hindoli, perkebunan kelapa sawit milik Cargill di Sumatera Selatan, resmi memperoleh sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Bekelanjutan di Indonesia (ISPO) dan dideklarasikan sebagai model untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.
PT Hindoli dikelola oleh Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, yang juga mengelola dan mengawasi operasi dari PT Harapan SawitLestari (HSL), PT Indo Sawit Kekal (ISK), serta Poliplant yang belum lama ini diakuisisi, di Kalbar, dengan harapan dapat lebih memenuhi meningkatnya permintaan minyak sawit yang terlacak (traceable) dan berkelanjutan.
CEO Cargill Tropical PalmHoldings Pte Ltd, John Hartmann menambahkan, selain membantu para pemangku kepentingan berkembang di seluruh dunia, juga berusaha menjamin kemampuan perusahaan untuk terus melakukannya pada masa mendatang..
"Kami memulai tahun 2015 dengan baik, karena kami mengambil tindakan untuk memenuhi meningkatnya permintaan minyak sawit berkelanjutan dengan mengakuisisi Poliplant di Indonesia," ujar John Hartmann.
Ia mendoakan tahun 2015 menjadi tahun yang damai, menyenangkan, dan produktif bagi semua pemangku kepentingan.
"Dan semoga kita semua yang menjadi bagian dari rantai pasokan minyak sawit ini dapat bekerja secara berkelanjutan secara seiring-sejalan untuk kepentingan generasi mendatang," ujar John Hartmann.
