"Sistem perparkiran get di RSUD Abdul Aziz dimulai 1 November," kata Kepala Dishubkominfo Singkawang, Sumastro, Sabtu.
Diberlakukannya perparkiran palang pintu diharapkan bisa diketahui khalayak ramai.
"Khususnya masyarakat yang akan berkunjung dan yang akan menggunakan jasa parkir di Abdul Aziz Singkawang," ucapnya.
Sumastro menegaskan, perparkiran dengan sistem get itu, akan memberikan struk (karcis) otomatis. "Caranya tinggal mencet tombol tiket, maka keluar struk dan dibawa pemilik kendaraan yang bersangkutan," katanya.
Struk itu, lanjut Sumastro, disimpan baik-baik oleh pemilik kendaraan. Karena, pada saat pemilik kendaraan mau keluar, maka palang pintu akan tertutup apabila pemilik kendaraan tidak bisa menunjukkan struk itu.
"Jadi sistemnya tidak lagi seperti sebelumnya, meletakkan kendaraan saat keluar kita membayar secara manual (tanpa karcis)," tuturnya.
Yang jelas, ungkap Sumastro, sistem perparkiran di Rumah Sakit Abdul Aziz itu sama seperti kita berkunjung ke Mall.
Hanya saja, untuk tarif tidak sama seperti di Mall. Lantaran pihaknya telah menetapkan tarif khusus kendaraan roda dua Rp1000 dan roda empat Rp2000.
"Kecuali yang bermalam, tarifnya dihitung jika pemilik kendaraan meletakkan kendaraannya lewat dari pukul 00.00 - 07.00 wib," ungkapnya.
Kalau pengendara meletakkan kendaraan dari pukul 00.00 - 02.00 wib, maka tarif akan dikenakan seperti biasa yakni Rp2000. "Yang dihitung jika lebih dari 7 jam ke depan," katanya.
Disamping itu, pihaknya juga akan memberikan asuransi, apabila terjadi kehilangan kendaraan. "Baik helm maupun motor yang hilang, kita akan ganti 100 persen," tuturnya.
Hanya saja, Sumastro mengingatkan agar pengunjung membuat perencanaan sebelum masuk ke halaman parkir Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang.
Kemudian, setiap karcis yang dikeluarkan oleh pengunjung menurutnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Dan ini, tambahnya, merupakan salah satu untuk menjalankan instruksi Bapak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantas tuntas pungutan liar (pungli) yang mungkin biasa dilakukan oknum-oknum birokrasi maupun yang secara langsung melayani masyarakat.
Secara terpisah, Waka Polres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha mengatakan, pihaknya siap mendukung pembangunan sesuai program pemerintah.
"Perintah bapak Presiden kan sudah jelas, bahwa TNI dan Polri harus bisa mendukung pembangunan sesuai program pemerintah," kata Dhani.
Dalam rangka perparkiran sistem get yang akan diluncurkan Dishubkominfo Singkawang ini, pihaknya siap melakukan pengamanan semaksimal mungkin.
"Kita akan kontrol pelaksanaannya. Kalau memang ada pihak-pihak tertentu yang coba-coba mau merusak, maka akan kita tindak tegas pelakunya," katanya.
Dirinya juga menyarankan, agar Dishubkominfo memasang CCTV di sekitar areal parkir Abdul Aziz Singkawang.
"Supaya kalau ada pihak-pihak yang berusaha melakukan pengrusakan, bisa diketahui pelakunya," tuturnya.
Sementara itu, Sabtu pagi sempat ada keributan antara juru parkir dengan pelaksana pekerjaan di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang. Beruntung suasana dapat dibendung, saat petugas kepolisian dan Satpol PP tiba di TKP.
Bahkan Kapolres Singkawang pun ikut turun ke TKP, guna melihat situasi keamanan di RSUD Abdul Aziz Singkawang.
(U.KR-RDO/M019)
Pewarta: Rudi dan Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026