"Sampai dengan hari ini, sudah ada tiga sekolah yang menerapkan `full day school`," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib, Senin.
Tiga sekolah yang dimaksud adalah SMAN 10, SMKN 2 dan SMPN 4. "Untuk SMAN 10 sudah di`launching` sepekan lalu. Dan pada hari ini, dua sekolah sekaligus yang diluncurkan, yaitu SMKN 2 dan SMPN 4 Singkawang," tuturnya.
Kepada tiga sekolah yang sudah menerapkan sekolah sehari penuh (full day school) ini, Nadjib berharap dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Kemudian bagi sekolah yang belum menerapkan "full day school" diminta untuk mempersiapkan diri dari sekarang.
Menurut Nadjib, guru dan orang tua siswa merupakan kunci utama keberhasilan "full day school". "Jika guru maupun orang tua sudah paham dengan maksud dan tujuan serta manfaat dari `full day school`, maka mereka akan siap mendukung program pemerintah pusat ini," katanya.
Intinya, pihaknya siap mendorong sekolah yang sudah siap melaksanakan "full day school" sepanjang ada kesepakatan antara guru dengan orang tua siswa.
Nadjib menambahkan, tujuan utama penerapan "full day school" di sekolah agar para siswa lebih konsentrasi pada kualitas pendidikan.
Kemudian, bagi sekolah yang menerapkan "full day school", upayakan pelajaran-pelajaran yang berat seperti matematika, fisika, biologi dan kimia untuk dijadwalkan pada jam pelajaran pagi hari.
"Sedangkan pelajaran-pelajaran yang santai dijadwalkan pada sore hari," kata Najib.
(KR-RDO/S023)
Pewarta: RudiEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.