Haftar mengeluarkan pernyataannya selama parade militer besar di Kota Benghazi, Libya Timur, untuk merayakan tahun keempat operasi militer "Martabat", yang dilancarkan untuk memerangi kelompok fanatik di Benghazi.
"Saya mengucapkan selamat kepada tentara dan rakyat kita untuk peringatakan keempat revolusi Martabat, yang mengalahkan terorisme dan memulihkan pretise Libya dan harapan bagi pembangunan kembali," kata Haftar selama upacara tersebut, yang meliputi atraksi militer.
"Militer ini merupakan pasukan reguler yang tidak dimiliki orang satu orang, satu kota atau satu suku. Ini adalah militer semua rakyat Libya. Militer ini mempertahankan kepentingan mereka. Militer kalian telah menghadapi proyek barbar dan brutal dan membuktikan kepada dunia bahwa rakyat Libya tidak menyerah, tunduk atau putus asa," kata Haftar, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.
Pada Mei 2014, militer Haftar melancarkan operasi militer yang diberi nama "Martabat" untuk memerangi kelompok teror di Benghazi.
Haftar tahun lalu mengumumkan pengambil-alihan Benghazi dan mengusir kelompok teror, dan sekarang ia memimpin serangan militer terhadap kelompok teror di Kota Darna, Libya Timur.
"Hanya Kota Darna masih (berada di luar kendali) di Libya Timur, untuk itu upaya perdamaian telah dilancsungkan selama tiga tahun guna menghindari aksi militer di daerah permukiman," kata Haftar.
Sejak 2015, Darna telah dikepung oleh militer --yang menuntut kelompok bersenjata Dewan Shura Mujahideen Darna meninggalkan kota itu. Militer menuduh kelompok tersebut setia kepada Al-Qaida.
Pewarta: -Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026