Kayong Utara (ANTARA) - Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Berbasis Elektronik Dinas Komunikasi dan Informasi Kayong Utara Sya'ban menuturkan sejak beberapa tahun belakangan ini Tower Base Transceiver Station (BTS) 4G telah dibangun dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar di wilayah kepulauan Kayong Utara, n Namun menurutnya, pembangunan BTS pada tahun 2022 hanya bisa untuk internet saja dengan kapasitas internet sangat rendah 2 Mbps.
BTS yang dibangun Bakti di KKU TA 2022, kecepatan hanya 2 Mbps
Kamis, 25 Mei 2023 10:58 WIB
Pekerja membongkar komponen dari tower ilegal di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, Senin (10/4/2023). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
"Akan tetapi program BTS yang terbaru kemarin 4 titik itu, hanya dilengkapi 4G saja, hanya untuk akses internet, berbedanya lagi selain hanya cuma dilengkapi teknologi 4G ditambah kapasitas bandwidthnya kecil hanya kapasitas internet 2 Mbps (normalnya untuk 10-15 user saja)," kata dia di Sukadana., Kamis.
Kecepatan internet yang sangat rendah itu pun menurutnya sangat dirasakan warga yang berada di sekitar BTS tersebut yang dinilainya tidak membuat nyaman ketika berselancar di dunia maya
"Faktanya masyarakat pengguna tower BTS itu sangat ramai, sehingga menyebabkan sangat lelet, jangankan untuk video call, voice call, untuk kirim teks WhatsApp saja delaynya sangat tinggi, yang pastinya dengan kondisi kapasitas bandwidth segitu (2 Mbps) tentu tidak memenuhi kebutuhan masyarakat secara normal," kata dia.
Untuk pembangunan BTS pada tahun 2022 Kayong Utara mendapatkan 4 (titik) yaitu di Kemboja, Batu Malang, Tanjung Nibung dan Pulau Meledang.
Ia menjelaskan Tower BTS 4G Bakti merupakan Program dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), di bawah naungan Kementerian Kominfo Republik Indonesia.
"Untuk kabupaten Kayong Utara sebenarnya bukan cuma dapat 4 tower BTS saja, sebelumnya juga sudah pernah dapat dan totalnya ada 6 titik lokasi pembangunan, 3 titik di tahun 2010 di Tanjung Hulu Padang, Betok, dan Pelapis (dekat kantor camat)," terang Sya'ban.
Sedangkan pada 2018 menurutnya Kayong Utara kembali mendapatkan 3 titik pembangunan Tower BTS tersebut, di Pelapis (dekat kantor desa), Sungai Sepeti
"Pembangunan 4 titik tower BTS 4G Bakti yang terakhir rampung di tahun 2022 kemarin, agak sedikit berbeda dari 6 tower sebelumya, maksudnya berbeda adalah 6 tower sebelumnya itu selain dilengkapi teknologi 4G juga di barengi teknologi 2G (4G untuk akses internet, 2G untuk telpon biasa dan SMS biasa)," terang Sya'ban.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan langkah kongkrit untuk mengatasi krisis jaringan BTS yang dibangun oleh Bakti di daerah Kayong Utara yang masuk 3T salah satunya bertemu dengan pejabat di perusahaan Bakti.
"Terkait hal itu, Pemda Kabupaten Kayong Utara melalui Diskominfo tidak tutup mata, artinya Kominfo sudah melakukan beberapa upaya mencari solusi atas masalah (jaringan yang lelet) tersebut, seperti surat sudah kita layangkan, penyampaian dan melakukan pertemuan dengan pejabat Bakti juga sudah," tutupnya.
