Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, mempercepat penanganan akses jalan yang kini masih tertimbun material longsor di Desa Pranten dan Rejosari, Kecamatan Bawang dengan mengirimkan dua alat berat ke lokasi itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang Endro Suryono di Batang, Selasa, mengatakan panjang timbunan material longsor mencapai sekitar 100 meter dan ada kendala lainnya, sehingga penanganan akses jalan terdampak itu harus menggunakan alat berat.
"Di Pranten itu ada dua lokasi yaitu di jalur Deles–Rejosari dengan panjang timbunan sekitar 100 meter. Kemudian, kedua di Pranten bagian atas yang kondisinya juga cukup berat," katanya.
Pihaknya melakukan identifikasi lokasi dan mengirimkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan sisa material akibat longsor yang terjadi pada Senin (26/1).
"Kami memperkirakan penanganan akses jalan ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu, terutama di wilayah Pranten bagian atas. Di lokasi itu, material longsor tidak hanya menutup jalan, tetapi juga dilaporkan menimbun satu hingga dua rumah warga serta satu unit sepeda motor," katanya.
Pihaknya menurunkan dua alat berat yang masing-masing difokuskan di dua lokasi yang berbeda agar penanganan bisa dilakukan secara paralel.
Kondisi kedua jalur terdampak longsor, kata dia, sama-sama parah. Bahkan jalur Deles menuju Rejosari sempat tertutup total, sedangkan jalur Pranten atas juga memutus akses penting termasuk menuju fasilitas pendidikan.
"Yang menuju akses pendidikan, seperti SMP Negeri 4 Bawang, juga terdampak. Oleh karena itu dua lokasi itu kami prioritaskan. Saat ini alat berat masih beroperasi di lokasi sehingga pengguna jalan diminta ekstra hati-hati," katanya.
Untuk itu pihaknya akan melakukan kajian lanjutan terkait tata ruang, tata guna lahan, serta aspek bangunan gedung di wilayah terdampak bencana, guna mengurangi risiko kejadian serupa ke depan.
