Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat tingkat pengangguran di provinsi itu mengalami perbaikan, yang salah satunya dipengaruhi oleh pembukaan lapangan kerja baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Program MBG memberi dampak terhadap penurunan pengangguran di Kalbar," kata Menurut Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin di Pontianak, Jumat.
Saichudin menjelaskan, banyak tenaga kerja yang direkrut merupakan mereka yang sebelumnya belum bekerja atau hanya bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga dan kini menjadi pekerja formal di SPPG.
"Mereka inilah yang benar-benar menurunkan angka pengangguran," tuturnya.
Menurutnya, program MBG yang mendorong pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memberikan kontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja di masyarakat.
Selama Agustus hingga November, jumlah unit SPPG bertambah sekitar 140–150 unit, yang masing-masing menyerap rata-rata 30–40 pekerja.
Berdasarkan rilis terbaru BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan, dengan angka pada Agustus 2024 mencapai 4,86 persen, turun 0,19 persen dibanding Agustus 2023.
Angka ini terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dari posisi 5,73 persen pada Februari 2021. Namun, pengangguran masih tinggi di wilayah perkotaan seperti Pontianak dan Singkawang.
Sementara itu, data terbaru pada Februari 2025 menunjukkan TPT Kalbar sebesar 4,23 persen, naik tipis 0,03 persen poin dibandingkan periode yang sama pada 2024.
"Namun, secara jangka panjang tren pengangguran di Kalbar sesungguhnya menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dibanding beberapa tahun sebelumnya," katanya.
Saichudin menambahkan, meski sebagian pekerja SPPG berasal dari sektor lain dan sudah bekerja sebelumnya, penyerapan tenaga kerja dari kelompok yang sebelumnya tidak bekerja memberikan dampak nyata terhadap angka pengangguran.
"Ada ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya mengurus rumah kini menjadi pekerja di SPPG. Ini yang menambah jumlah penduduk bekerja," katanya.
Menurut BPS, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja di Kalbar juga tercermin dari survei Sakernas terbaru, yang menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penduduk bekerja dan penurunan jumlah pengangguran dalam beberapa periode terakhir.
"BPS memastikan akan terus memantau perkembangan ketenagakerjaan di Kalbar, termasuk dampak berbagai program pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
