Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, meminta perusahaan-perusahaan telekomunikasi di daerah itu menggunakan tiang bersama guna mengatasi kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di kawasan perkotaan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang Chantal Novyanti di Singkawang, Minggu, mengatakan, pihaknya terus memperkuat penataan infrastruktur telekomunikasi guna menjaga keselamatan warga sekaligus mendukung estetika kota wisata melalui penanganan terpadu terhadap jaringan kabel dan tiang fiber optik.
Ia mengatakan penataan tiang dan kabel fiber optik menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu keselamatan warga serta merusak wajah kota apabila tidak tertata dengan baik.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan setiap pengaduan masyarakat terkait kabel putus, tiang tumbang, hingga jaringan menjuntai dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi oleh seluruh penyedia jasa telekomunikasi.
“Masyarakat tidak peduli kabel itu milik provider A, B, atau C. Ketika ada masalah, mereka melapor ke pemerintah. Karena itu kita membutuhkan sistem yang sinkron, terutama dalam penanganan darurat,” kata Chantal.
Lanjutnya, pemerintah daerah bersama provider telekomunikasi dan televisi kabel menyepakati pentingnya pembentukan pusat kontak pengaduan terpadu atau single point of contact guna mempercepat penanganan laporan masyarakat.
Setiap provider diminta menyerahkan nomor person in charge (PIC) operasional yang siaga selama 24 jam agar koordinasi penanganan gangguan jaringan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain itu, Pemkot Singkawang juga mendorong penerapan prinsip sharing infrastructure atau penggunaan tiang bersama antarprovider untuk mengurangi kesemrawutan jaringan kabel di kawasan perkotaan.
Pemerintah daerah juga mewajibkan setiap rencana pemasangan tiang baru berkoordinasi dengan dinas terkait agar tidak berbenturan dengan proyek pembangunan drainase maupun pelebaran jalan.
“Kita semua ingin bisnis provider berjalan lancar, namun keselamatan warga Singkawang adalah prioritas. Mari kita tata Singkawang agar tetap terkoneksi secara digital, namun tetap cantik dan aman secara visual,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Singkawang Sumberanto Tjitra mengapresiasi keterlibatan sejumlah provider telekomunikasi dalam rapat koordinasi tersebut sebagai langkah awal membangun solusi bersama terkait penataan infrastruktur telekomunikasi.
Ia berharap penataan jaringan fiber optik di Kota Singkawang ke depan dapat dilakukan lebih cepat, rapi dan terintegrasi sehingga mendukung citra Singkawang sebagai kota pariwisata.
“Kita tidak ingin Singkawang yang sudah menjadi ikon kota wisata masih terlihat semrawut karena fiber optik semrawut di sana-sini,” katanya.
Menurut dia, komitmen provider untuk mempercepat penanganan gangguan sesuai standar operasional prosedur menjadi kabar baik bagi masyarakat.
DPRD, lanjutnya, juga akan mengawal realisasi tindak lanjut terhadap setiap laporan masyarakat terkait kondisi jaringan telekomunikasi di lapangan.
Sumberanto turut mengajak masyarakat lebih aktif melaporkan kondisi kabel menjuntai, tiang miring, keropos, maupun jaringan yang berpotensi membahayakan keselamatan di lingkungan masing-masing.
“Kita ingin masyarakat ikut bersama-sama menata Singkawang menjadi lebih baik,” katanya.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026