Kayong Utara (ANTARA) - Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Program Pelita Penebang, yakni program pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja bagi tenaga kerja non-skill di area operasional perusahaan.

Kawasan Industri Pulau Penebang di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Pada tahap awal, program difokuskan pada pelatihan operator overhead crane bagi pekerja di area batching plant. Para peserta mengikuti rangkaian seleksi mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga wawancara sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.

Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, mengatakan Program Pelita Penebang dirancang untuk memberikan peluang pengembangan kompetensi bagi masyarakat lokal agar memiliki keterampilan kerja yang tersertifikasi secara profesional.

 

Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). (ANTARA/Ho-DIB)

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal agar memiliki kesempatan memperoleh keterampilan yang tersertifikasi secara profesional dan peluang yang lebih besar untuk bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang.

“Program ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lokal yang mau belajar dan ingin maju,” ujarnya.

Menurut Niken, peserta pelatihan tidak hanya dibekali kemampuan teknis pengoperasian alat, tetapi juga pemahaman tentang keselamatan kerja, kedisiplinan, serta pembinaan mental dan fisik.

“Jadi mereka memiliki bekal dasar untuk bekerja dengan aman,” ujarnya.

Salah satu peserta, Suheriduansyah (19), warga Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena ingin meningkatkan kemampuan kerja dan memperoleh pengalaman baru di dunia industri.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena ingin meningkatkan keterampilan dan berkembang. Saya juga ingin mendapatkan pengalaman baru,” ujarnya.

 

Peserta Program Pelita Penebang berfoto dengan manajemen PT Dharma Inti bersama usai pelatihan teknis operasional. (ANTARA/Ho-DIB)

Saat ini, Suheriduansyah bekerja di bagian batching plant KIPP setelah sebelumnya bekerja di sektor perkebunan sawit. Ia mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Sangat menyenangkan,” katanya saat menceritakan pengalaman mengikuti materi dan praktik pelatihan.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka jenjang karier di kawasan industri.

“Yang jelas, mengikuti program ini untuk meningkatkan pendapatan dan menambah wawasan. Tidak selamanya kita berada di posisi yang sama, jadi ada peluang jenjang karier,” ujar pemuda asal Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai, itu.

Eka mengatakan kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi operator menjadi bekal penting untuk pengembangan karier di masa depan.

Ke depan, KIPP berencana mengembangkan pelatihan keterampilan lainnya sesuai kebutuhan operasional perusahaan serta mendukung pengembangan tenaga kerja lokal yang memiliki multi-keterampilan.



Pewarta: Rilis
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026