Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalbar mencatat  periode Januari – Juni 2021 minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya  menyumbang devisa tertinggi ekspor  Kalbar yakni sebesar 267,48 juta dolar AS.

“Sepanjang Januari-Juni 2021 CPO dan turunannya memiliki nilai ekspor tertinggi Kalbar  yakni sebesar 267,48 juta dolar AS dari yang sebelumnya hanya 28,68 juta dolar AS pada periode yang sama di tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Cukai Kanwil  DJBC Kalbagbar, Swoko Adi di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan bahwa  kenaikan nilai ekspor CPO dan turunnya di Kalbar tersebut naik signifikan .

“Kalau ekspor tertinggi nilai devisanya ada pada CPO, kenaikannya 832,48 persen. Ini karena dimanfaatkannya Pelabuhan Kijing di Mempawah yang telah beroperasi sejak September tahun lalu,”  kata dia.

Ekspor komoditas CPO dan turunannya  tersebut juga mengalahkan Washed Bauksit sebesar 229,17 juta dolar AS, dan Smelter Grade Alumina & Chemical Grade Alumina 169,96 juta dolar AS.

Kenaikan ekspor komoditas CPO dan turunannya ini berdampak pada penerimaan pajak. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar Ahmad Djamhari mengatakan, penerimaan pajak di Kalbar pada semester I-2021 tumbuh di tengah masih tertekannya perekonomian akibat pandemi COVID-19.

“Penerimaan pajak periode Januari-Juni 2021 sebesar Rp3,141 triliun atau 38,44 persen dari target sebesar Rp7,380 Triliun di tahun ini,” kata dia.

Menurutnya, hampir semua jenis pajak menunjukkan kenaikan. Sektor yang paling tinggi pertumbuhannya adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (P3) yang tercatat tumbuh sebesar 56,66 persen. Sektor P3 ini memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak sebesar 20,99 persen. Menurutnya, kenaikan penerimaan pajak ini tidak lepas dari menguatnya harga-harga komoditas strategis pertanian Kalbar.

“Sampai dengan bulan Juni, sektor P3 tumbuh positif sebesar 56,66 persen, seiring dengan kenaikan harga sawit,” tuturnya.

Sementara itu dari sisi harga, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit ( Gapki ) Cabang Kalbar, Purwanti Munawir mengatakan bahwa harga CPO di Kallbar pada Semester I 2021 masih tetap tinggi meski pandemi COVID-19.

“Sebagai salah satu komoditas ekspor yang berperan strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah, pergerakan harga CPO di Kalbar sepanjang Semester I tahun 2021 menjadi menarik untuk dicermati karena tetap tinggi dan bahkan naik. Dalam situasi dilanda pandemi COVID -19, komoditi sawit cukup teruji daya tahannya,” kata dia.

Ia menjelaskan untuk harga rata-rata CPO selama Semester I 2021 berada posisi Rp9.907 per kilogram. Untuk harga terbaik berada pada bulan Mei 2021 yaitu sebesar Rp10.771 per kilogram.

“Posisi harga tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan harga CPO semester I tahun 2020 yaitu sebesar Rp7.663 per kilogram. Harga rata-rata CPO tahun 2020 yaitu sebesar Rp8.117 per kilogram,” jelas dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021