Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, saat ini mengembangkan pertanian berkelanjutan di empat kecamatan wilayah tersebut untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Kami terus mendorong terwujudnya pertanian yang berkelanjutan, kabupaten yang kreatif dan ramah investasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, di Putussibau Kapuas Hulu, Sabtu.

Fransiskus mengatakan saat ini ada empat kecamatan sasaran pengembangan pertanian dan perkebunan berkelanjutan yaitu Kecamatan Mentebah, Bunut Hulu, Pengkadan dan Kecamatan Silat Hilir melalui program Sustainable Agricultural Supply Chain in Indonesia (Sasci) atau rantai pasok pertanian berkelanjutan.

Baca juga: Petani korban banjir di Kapuas Hulu terima bantuan benih dari Kementan

Dia menjelaskan Sasci merupakan sebuah proyek dalam kerangka kerjasama teknis antara Pemerintah Republik Federal Jerman dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

"Proyek Sasci mempunyai tujuan utama untuk membangun rantai pasok produk pertanian berkelanjutan dan bebas deforestasi untuk bahan baku terbarukan di pasar global," jelas Fransiskus.

Baca juga: Komisi VII DPR tegaskan tanaman Kratom tidak dilarang petani jangan cemas

Menurut dia, salah satu dukungan Sasci yaitu mendukung petani karet dan sawit mandiri dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kapasitas pekebun berupa pelatihan dan bantuan peralatan.

Dari program Sasci itu empat kecamatan mendapatkan bantuan alat pertanian dan perkebunan untuk empat kelompok tani di Mentebah, Bunut Hulu dan Pengkadang dan 250 pekebun sawit swadaya di Kecamatan Silat Hilir.

"Semoga dengan bantuan itu dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian dan perkebunan serta meningkatkan perekonomian petani," kata Fransiskus.

Baca juga: Dua peladang Kapuas Hulu divonis lima bulan penjara terkait karhutla

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022