Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjupura (Untan) Pontianak menggencarkan program sosialisasi tentang manfaat dan pola integrasi sawit sapi.

"Kerja sama kami dengan LPPM Untan Pontianak berupa menggencarkan sosialisasi tentang manfaat dan pola integrasi sawit sapi yang lebih baik sehingga lebih dapat diterima oleh semua pelaku perkebunan, baik perusahaan maupun pekebun sawit mandiri atau swadaya," ujar Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Kalbar, Novita Salim di Pontianak, Rabu.

Novita Salim mengatakan bahwa integrasi sawit sapi merupakan salah satu agenda dari rencana aksi perkebunan sawit berkelanjutan sesuai instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional perkebunan sawit berkelanjutan tahun 2019-2022.

"Rencana aksi tersebut dilanjutkan di tingkat daerah dengan yang diatur dalam peraturan gubernur Nomor 3 tahun 2022 tentang rencana aksi perkebunan sawit berkelanjutan tahun 2022-2024, yang mengisyaratkan rencana aksi yakni kegiatan integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sebagai bagian dari komponen pengelolaan dan pemantauan lingkungan," kata dia.

Ia menjelaskan sosialisasi integrasi sawit sapi pertama dilaksanakan telah dilakukan di Balai Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Dalam kegiatan tersebut langsung menghadirkan praktisi yang bergelut di integrasi sawit sapi.

"Narasumber kami yakni Dr. Wahyu Darsono yang merupakan pelaku langsung integrasi sawit sapi di Kalsel dan sekaligus merupakan Sekjen Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (Gapensiska) Indonesia," ucap dia.

Ia menjelaskan 12 kabupaten di Kalbar memiliki potensi untuk membangun dan mengembangkan integrasi sawit sapi. Untuk percepatan diperlukan komitmen kepala daerah dengan menyusun payung hukum di daerahnya masing-masing agar dapat seluruh pelaku usaha perkebunan dan masyarakat di sekitar perkebunan sawit dapat merasakan manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

"Ke depan Disbunnak Kalbar akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk terus melakukan edukasi dan komunikasi melakukan percepatan implementasi integrasi sawit sapi," jelas dia.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menggelar workshop integrasi sawit sapi di Kalbar yakni pada tanggal 12 Desember 2022 mendatang. Melalui kegiatan tersebut diharapkannya akan ada akselerasi perkebunan sawit berkelanjutan melalui integrasi sawit sapi di Kalbar. segera terwujud.

"Pertemuan tersebut menghadirkan pembicara Dr. Rusman Heriawan yang merupakan merupakan Ketua Dewan Rencana Aksi Nasional Perkebunan Sawit Berkelanjutan. Narasumber untuk paparan praktis implementasi integrasi pada model usaha kemitraan serta manajemen ternak untuk pencegahan penyakit melalui integrasi hadir melalui dukungan dari Siska Supporting Program kerja sama Indonesia-Australia," katanya.

Baca juga: Disbunnak Kalbar Raih Penghargaan Top 5 Anugerah KIP 2022

Baca juga: Kalimantan Barat strategis bagi G20 sebagai produsen energi hijau

Baca juga: Disbunnak apresiasi perusahaan sawit berkolaborasi rawat jalan

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022