Faizov dirawat di rumah sakit setelah tiga ledakan kuat menghantam mobilnya di ibu kota Tatarstan, Kazan, pada Kamis.
Beberapa saat sebelumnya Yakupov ditembak mati di luar rumahnya.
Serangan-serangan itu membangkitkan kekerasan mematikan yang menjangkiti wilayah mayoritas Muslim di Kaukasus Utara, dimana pasukan Rusia telah bertempur dengan pemberontak dalam dua perang yang menghancurkan sejak runtuhnya Uni Soviet 1991, dimana gerilyawan ingin mengukir sebuah negara Islam.
Mehmanparast berharap bahwa semua pemerintah dan para pengikut agama Ilahi akan memulai pertarungan serius dan terus menerus terhadap tindakan setan di seluruh dunia terorisme dalam rangka menciptakan dunia yang aman.
Laporan-laporan mengatakan bahwa keduanya, Faizov dan Yakupov, adalah aktivis anti-ekstremisme dan serangan-serangan terhadapnya bisa dilakukan untuk alasan yang sama.
Republik Tatarstan terletak di wilayah Volga Rusia dengan jumlah penduduk hanya 3.800.000 jiwa, demikian seperti yang dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA.
(H-AK)
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.