Sintang (Antara Kalbar) - Memperingati hari ulang tahun Siswa Pecinta Alam SMAN 1 Sungai Tebelian yang ke-10, Bupati Sintang Jarot Winarno, menutup secara resmi kegiatan jelajah alam yang bertempat di lapangan SMAN 1 Sungai Tebelian, Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang.
Kegiatan itu sendiri diikuti seluruh siswa-siswi tingkat SMP/MTsN se-Kabupaten Sintang, pada Selasa (23/2).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Satpol PP dan Kepala Sekolah SMAN 1 Sungai Tebelian dan seluruh jajaran guru dan staf
"Saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas terlaksanakannya kegiatan seperti ini karena kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat positif," kata Bupati Jarot.
Ia mengatakan, kondisi anak pada jenjang SMP merupakan titik tingkat keremajaan, hal tersebut membuat energi remaja yang selalu ingin mengikuti hal-hal yang berbau negatif akan berubah sedemikian rupa dengan adanya kegiatan jelajah alam ini.
Menurut dia, kegiatan seperti ini selain menjadi wadah yang positif juga untuk melatih keuletan-keuletan, daya tahan terhadap alam, melatih fisik, dan memupuk rasa cinta terhadap alam di sekitar.
"Sehingga jangan sampai kita merusak alam, apalagi mencemari alam, serta saya pribadi maupun pemerintah daerah memberikan penghargaan dan kegiatan seperti ini seyogyanya rutin dilakukan tiap tahun, harapan semoga kedepan kegiatan seperti ini bisa tetap dilakukan," katanya.
Sementara itu, salah satu siswi peserta Sispala mengatakan, kegiatan jelajah alam ini merupakan agenda dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-10 Sispala Sungai Tebelian.
Kegiatan diisi dengan lomba jelajah alam. Sebelum melakukan kegiatan, panitia membuka pendaftaran lomba jelajah alam yang dimulai dari 23 Januari hingga 18 Februari 2016, dan pelaksanaan pada 23 Februari. Peserta sebanyak 170 orang, terdiri dari 34 tim, 16 putra, 18 putri. Semua peserta berasal dari SMP/MTsN se-Kabupaten Sintang, karena memang cakupan lomba ini dari Sintang.
Kepala SMAN 1 Sungai Tebelian, Tarmizi mengatakan, harapan untuk kedepannya agar kegiatan ini tetap dilaksanakan karena bisa mengubah pola pikir terhadap alam, dan bisa lebih baik lagi.
"Sehingga alam tidak marah kepada kita, karena pola tingkah manusia yang tidak cinta terhadap alam, seperti mencemari lingkungan, pembakaran hutan dan lahan, ada banyak hal-hal positif yang bisa didapatkan dari kondisi alam. Semoga pada waktu yang datang pihak pemerintah melaksanakan kegiatan seperti ini," kata dia. (Faiz/N005)