Sekadau (Antaranews Kalbar) - Berjarak 8 kilometer dari pasar ibukota Kecamatan Belitang Hilir, Desa Entabuk hingga kini penerangan yang didambakan masyarakat setempat tak kunjung terealisasi.
Meski PLN Sekadau sebut seluruh desa sudah disurvey tinggal kewenangan dari PLN Kalimantan Barat.
“Selama ini yang diandalkan masyarakat tak lain genset, ada yang menggunakan solar dan bensin sesuai kemampuan dan kebutuhan. Lampu hanya menyala dari pukul 18:00 hingga pukul 21;00 WIB, kalau ada hajatan bisa sampai pagi,” ungkap seorang warga desa Entabuk, Dedi Prayoga.
Dia menceritakan, yang kasihan justru anak-anak sekolah, meski jarak tidak jauh dari kota kecamatan tapi karena kendala jalan serta cuaca jadi mereka turun lebih awal takut terlambat sekolah.
Mereka menyiapkan sarapan pagi menggunakan pelita. Bisa dibayangkan pada saat ulangan umum atau ujian sekolah, bagaimana penerangan untuk belajar dirumah.
“Selama ini, peneranganlah yang menjadi dambaan masyarakat disini. Jarak 6 kilometer dari Dusun Padung Desa Sungai Ayak batas akhir tiang listrik milik PT PLN," ujarnya.
Kemudian, melintas kebun karet warga serta hutan-hutan milik warga. "Saya rasa untuk kepentingan orang banyak mungkin pemilik bisa membantu dengan ikhlas pemangkasan atau penebangan jika berada dibawah jaringan listrik tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, Manejer PT PLN Rayon Sekadau, Rumiyo Pujiantoro mengatakan untuk semua desa di Sekadau sudah di survey dan sudah di sampaikan ke PLN UP3 Sanggau.
“Untuk tindak lanjutnya itu langsung kewenangan dari PLN Wilayah Kalbar," kata dia.
Warga Entabuk harapkan listrik PLN
Sabtu, 23 Februari 2019 5:16 WIB

Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pasca tsunami Selat Sunda di jalan raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Perbaikan jaringan listrik tersebut guna memberikan rasa aman kepada masyarakat saat malam hari. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama./)